Sukses

Asal Muasal Busi NGK dan Kiprahnya dalam Proses Pembakaran

Otosia.com, Jakarta Kata busi berasal dari Bahasa Belanda bougie. Sedangkan dalam Bahasa Inggris disebut dengan spark plug.

Part kendaraan internal combustion engine (ICE) ini berperan membakar bensin yang telah dikompres oleh piston.

Makanya, meski bentuknya mungil, tapi part ini punya fungsi yang sangat vital.

Dari sekian banyak merek busi di Indonesia, NGK merupakan salah satu yang sangat populer.

Perusahaan ini, NGK Spark Plug Co., Ltd. pertama kali dibangun pada 11 November 1936 di Nagoya, Jepang. Saat itu, mereka masih berupa perusahaan start-up dengan nilai kapital sebesar satu juta Yen.

Setelah public offer perdana di tahun 1949, NGK mulai berekspansi memproduksi keramik. Para pendiri juga menciptakan merek NTK.

Tahun 1958, perusahaan mulai mengembangkan alat potong keramik yang masih eksis sampai sekarang.

 

Video Paling Dicari saat Ini

Modul keramik dan sensor lambda

Beberapa tahun kemudian, tepatnya 1967, NGK memproduksi modul keramik yang diperuntukkan bagi perangkat listrik di bidang telekomunikasi.

Ketika catalytic converter makin gencar diperkenalkan dalam industri otomotif, NGK pun memasukkan sensor lambda (disebut sensor oksigen) ke dalam portofolionya tahun 1982.

Kemudian langkah besar diambil NGK dengan menjamah pasar internasional, berkembang menjajaki industri di luar Jepang.

 

Masuk Brazil

Negara Brazil menjadi tujuan pertama NGK melebarkan sayapnya di tahun 1959 diikuti negara-negara lain seluruh dunia.

Tahun 1966 giliran Amerika Serikat menjadi tujuan didirakannya anak perusahaan NGK, diikuti Malaysia tahun 1973 dan berlanjut Indonesia tahun 1977.

Ya, memang cukup tua NGK menjadi perusahaan wahid penyuplai busi di Indonesia.

Australia dan Kanada tidak juga ketinggaln mulai disentuh tahun 1980an, berakar ke Timur Tengah tahun 2022.

 

Turun ke Eropa

Langkah makin lebar NGK sampai ke Benua Biru, Eropa tahun 1975. Mereka pertama mendirikan anak perusahaannya di Ingrris.

Jerman pun tidak ketinggalan. Tahun 1979 muncullah NGK Spark Plug Deutschland GmbH yang operasionalnya berada di Ratingen.

Tahun 1989 nama perusahaan itu berganti jadi NGK Spark Plug Europe GmbH tahun 1989 dan mengambil alih tugas menangani bisnis di Eropa.

 

Akuisisi Elektronika Kendaraan

Bulan Mei 2015 NGK mengakuisisi seluruh saham yang dimiliki Wells Manufacturing, perusahaan pemasok komponen elektronik kendaraan. Perusahaan asal Amerika Serikat itu mengirim lebih dari 37.000 suku cadang, mulai dari sakelar, koil pengapian dan sensor tekanan.

Perkembangan NGK menjamur sampai sekarang sebagai produsen busi sekaligus pemasok keramik otomotif dan part-part lain termahsyur di dunia.

Untuk Indonesia sendiri, NGK menjual beberapa produk unggulan seperti busi, tutup busi dan juga rantai motor, seperti dilansir dari situs resmi mereka. 

Produk-produk NGK Indonesia

Untuk produk busi sendiri, NGK memiliki tujuh tipe yang memiliki spesifikasi dan tujuan pemakaian masing-masing.

Tipe busi itu mulai dari Nickel Alloy, G-Power, Iridium IX, Laser Platinum, Laser Iridium, MotoDX dan Racing Competition.

Lalu, untuk tutup busi, NGK mengklaim bahwa produk ini memiliki semua elemen yang dibutuhkan untuk menghasilkan konstruksi unik, unggul dan mampu bekerja sempurna pada kondisi paling sulit sekalipun.

Sedangkan untuk rantai motor terbagi menjadi gear set, drive chain dan enginge chain. Beda dengan yang lain, NGK memilih memboyong merek DID ke Indonesia.

DID merupakan merek penyedia onderdil kendaraan tim MotoGP, dan sempat mengantarkan Marc Marquez juara dunia tahun 2019, Joan Mir tahun 2022 dan terakhir Fabio Quartararo.

Bahkan mereka juga meluncurkan rantai khusus hasil kolaborasi Valentino Rossi yang disebut DID X VR46 Signiture Edition.

Loading