Sukses

KNKT Sebut Buta Emergency Handling Jadi Sebab Banyak Truk Membawa Maut

Otosia.com, Jakarta Kecelakaan maut melibatkan truk trailer terjadi di depan SD Kota Baru II dan III di Jalan Sultan Agung, Bekasi, Rabu (31/8) sekitar pukul 10.00 pagi.

Truk trailer pengangkut besi tersebut melaju dari arah Kranji dan tiba-tiba menabrak dua sepeda motor lalu menghantam halte yang di sana tengah banyak anak-anak sekolah dasar.

Kecelakaan truk trailer juga menyebabkan robohnya menara BTS di sekitar lokasi. Kejadian ini pun tengah menyita perhatian publik.

Video Terpopuler saat Ini

 

 

Buta Emergency Handling

Jika bicara kecelakaan, faktor-faktor melatarbelakangi peristiwa, termasuk bahwa saat ini belum adanya pemahaman ketika menghadapi kondisi bahaya dan panik.

"Emergency handling di pelatihan belum ditemukan. Misalnya, kecelakaan di Bantul, air brake kok tidak ditarik, padahal kalau ditarik bisa berhenti," kata Ahmad Wildan, Plt Ketua Sub Komite Moda Investigasi LLAJ dan Senior Investigator Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) dalam kesempatan lalu.

Kondisi itu menurutnya menandakan bahwa pengemudi sendiri tidak paham perangkat yang tersedia di truk yang ia kemudikan.

"Prinsip kerja dulu, defaultnya air brake sebenarnya nge-lock. Kalau tidak ada angin, dia ngunci. Nah, kalau angin tekor, tidak bisa apa-apa dia," kata Wildan.

 

Telolet Membawa Masalah

Kekurangpengetahuan pengemudi termasuk untuk urusan sistem kerja rem angin termasuk juga dalam hal modifikasi yang asal-asalan. Misalnya penggunan klakson telolet.

"Pneumatic bekerja dalam tekanan tertentu, katakanlah 5-6 bar. Jika kurang, tidak bisa mendorong teromol rem," urainya.

Klakson telolet sendiri menggunakan tenaga angin yang naas-nya memanfaatkan angin dari tabung untuk rem.

"Sambil ngerem malah telolet, angin tekor. Ketika tekor, jadi panik," kata Wildan.

Pada kondisi panik inilah, saat ini belum ada pelatihan yang bersifat khusus. Selain harus paham cara kerja perangkat termasuk jenis-jenis rem pada truk, kesiapan bahkan terhadap kondisi terburuk juga penting.

"Dia harus paham cara kerja. Kedua, siapa yang harus dikorbankan. Di Cibubur (truk tangki BBM) kenapa enggak banting setir ke kiri? Dia bilang ada trotoar. Loh, kanan kan banyak orang," kata Wildan.

 

 

Kecelakaan Truk di Bekasi

Sebelumnya diberitakan, kecelakaan tragis terjadi di Jalan Sultan Agung, Bekasi Barat, Kota Baru, Bekasi, Jawa Barat pada Rabu (31/8/2022). Insiden yang melibatkan truk trailer ini merenggut 10 orang meninggal dunia.

Dari informasi di lapangan, kejadian ini bermula dari truk yang diketahui mengangkut besi melaju hingga menabrak tiang telekomunikasi. Nahasnya, di lokasi yang merupakan dekat sekolah itu terdapat sejumlah anak-anak yang tengah menunggu kendaraan di halte hingga tertabrak truk tersebut.

Menurut Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Latif Usman, dari hasil penyelidikan sementara di lapangan, total warga yang menjadi korban kecelakaan tunggal truk besar itu berjumlah 30 orang.

Sebanyak 20 orang lainnya menjalani perawatan medis karena mengalami luka-luka. Latif mengatakan, perawatan korban dibagi di dua rumah sakit, yakni Rumah Sakit Umum Daerah dan Rumah Sakit Ananda.

“Untuk korban dibagi dua lokasi perawatan, 7 orang di Rumah Sakit Daerah dan 23 lain Rumah Sakit Ananda. Tkpnya ini berada di Jalan Sultan Agung, Bekasi Kota, depan formula” kata Latif, seperti dikutip dari Liputan6 SCTV.

 

Anak-anak Jadi Korban saat Menunggu Kendaraan Pulang

Latif memaparkan, bahwa anak-anak yang menjadi korban kecelakaan truk nahas tersebut saat kejadian tengah menunggu kendaraan umum di halte.

Namun tanpa disangka, sebuah truk trailer bermuatan besi tiba-tiba melaju dan menghantam halte tersebut. Tak hanya anak-anak, penjual makanan hingga sopir mobil boks turut menjadi korban kecelakaan karena tertimpa tiang telekomunikasi itu.

Adapun kecelakaan tersebut turut melibatkan sejumlah sepeda motor, satu kendaraan pick up boks hingga anak-anak sekolah. Tragisnya beberapa kendaraan didapati berada di kolong truk tersebut.

“Awalnya di halte anak anak sekolah itu nunggu angkutan, tapi tiba-tiba ada tronton nyelonong ke arah mereka dan nabrak halte lalu nabrak tiang pemancar telekomunikasi,” lanjutnya.

 
Loading