Sukses

Untung Produksi Minyak Nasional, Kenapa Bukan untuk Perbaikan BBM?

Otosia.com, Jakarta Kenaikan harga bahan bakar minyak atau BBM untuk Pertalite dari Rp 7.600 menjadi Rp 10.000, Solar subsidi dari Rp 5.150 jadi Rp 6.800, dan Pertamax non subsidi dari Rp 12.500 menjadi Rp 14.500 menyisakan pertanyaan.

Salah satunya datang dari Komite Pengawas Bensin Bertimbal (KPBB). Dalam acara Media Briefing virtual bertajuk “Akal-akalan Harga BBM VS Kualitas BBM”, be;um lama berselang, Direktur Eksekutif KPBB Ahmad Safrudin mempertanyakan mengenai transparansi termasuk untuk produksi minyak nasional.

"Pemerintah harus transparan atas revenue dari penjualan Crudes Oil dan membagikan total revenue tersebut kepada masyarakat," ujar Ahmad Safrudin.

Video Paling Dicari saat Ini

 

 

 

 

Keuntungan untuk Meningkatkan Kualitas BBM

Total revenue atau keuntungan tersebut menurutnya bisa dibagikan kepada masyarakat karena menurutnya sudah didasari amanat UUD 1945 Pasal 33.  

"Revenue kepada masyarakat dalam bentuk adjustment harga BBM di pasar," ujarnya lalu membahas mengenai bentuk keuntungan dalam hal produksi minyak mentah tersebut.

Menurut dia, adalah sewajarnya total pendapatan nasional dari produksi minyak mentah (crudes oil) setelah dikurangi biaya exploration, development drilling facilities, production/lifting, dan administrasi; dapat dibagikan dalam bentuk adjustment atas incremental cost/biaya tambahan untuk meng-up-grade kualitas BBM yang diedarkan.

"Dengan demikian, BBM ramah lingkungan dapat distribusikan kepada masyarakat dengan harga yang terjangkau," ujar pria yang akrab disapa Mas Puput. 

Sulit Dilacak

Bicara mengenai revenue produksi crudes oil, selama ini seperti dijelaskannya hal tersebut tidak dibagikan kepada masyarakat sebagaimana skema di atas.

"Tidak dibagikan kepada masyarakat sebagaimana skema di atas, melainkan digunakan untuk kepentingan tertentu yang sangat sulit untuk dilacak," ujarnya. 

Selain itu, keuntungan produksi minyak mentah juga sebenarnya bisa dimanfaatkan pula terkait kebutuhan BBM

"Alokasi dana hasil menaikkan harga BBM juga harus diarahkan  untuk adjustment incremental cost/biaya tambahan dalam up-grade kualitas BBM; dan bukan dibagikan dalam bentuk BLT (Bantuan Langsung Tunai)."

Cara Negara Lain Kontrol Harga BBM

KPBB dalam paparannya juga menjelaskan bahwa Malaysia dan Australia sebagai negara-negara terdekat dengan Indonesia memiliki kontrol terhadap harga BBM agar tetap stabil.

Untuk pemerintah Malaysia, negara ini mampu memerankan penyangga harga BBM sebagai tempat bertumpu bagi seluruh warga negara Malaysia ketika menghadapi krisis BBM.

"Demikian halnya dengan Australia yang mempu menciptakan demokratisasi pasar minyak/BBM sehingga harga BBM senantiasa terjangkau bagi masyarakat. Di Malaysia fluktuasi harga crudes oil mempengaruhi harga BBM secara langsung dengan posisi negara sebagai penjamin akhir, yaitu berupa subsidi ketika harga crudes oil terlampau tinggi guna mencegah terjadinya surplus producent yang berlebihan," ujarnya.

Ketika harga Crudes Oil normal dan atau di bawah normal, pemerintah Malaysia akan mengenakan pajak dan cukai . Dana dari pajak/cukai BBM ini dialokasikan untuk menjaga stabilitas ketahanan energi.

Harga Crudes Oil di Australia

Sementara itu, ia menjelaskan, di Australia, sekalipun fluktuasi harga Crudes Oil juga mempengaruhi harga BBM secara langsung, langkah yang ditempuh pemerintah Australia adalah menerapkan pajak dan cukai dengan besaran yang relatif sama, dan tidak mengenal pemberian subsidi.

"Pemerintah Australia berperan sebagai wasit yang mengawasi sehingga HPP BBM dalam tingkat kewajaran di bawah kendali mekanisme pasar yang demokratis, sehingga setinggi apapun fluktuasi harga Crudes Oil, maka HPP dan harga SPBU BBM tetap terjangkau," ujarnya.

Di Indonesia, kata dia, mekanisme pasar demokratis tidak terjadi, begitu pun peran pemerintah sebagai penyangga harga BBM. Yang terjadi justru surplus producent yang melampaui kewajaran secara terus menerus, mengingat harga BBM ditentukan berdasarkan patokan harga BBM dengan spesifikasi yang lebih tinggi yang diperdagangkan di Bursa Minyak Singapura (Platts Singapore).

Loading