Sukses

Persekongkolan PNS dan Buruh Lakukan Curanmor di Sulut, Sudah Beberapa Kali Beraksi

Otosia.com, Jakarta Seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan buruh di Sulut bersekongkol untuk melakukan pencurian kendaraan bermotor (curanmor). Polisi pun langsung turun tangan dan berhasil menangkap keduanya.

Keduanya diamankan Tim Resmob Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Sulut pada Selasa (20/9/2022) dini hari.

Pengungkapan kasus tersebut kemudian disampaikan Kasubdit Jatanras AKBP Benny Ansiga di Mapolda Sulut, pada Rabu (21/9/2022) siang.

Ansiga mengatakan, kedua tersangka adalah pria berinisial MM (22), pekerjaan buruh harian lepas, warga Kecamatan Malalayang, Kota Manado. Selanjutnya AR (36), pekerjaan PNS, warga Kecamatan Amurang, Kabupaten Minahasa Selatan.

Video Terpopuler saat Ini

Dijual di Facebook

Kasus itu terungkap setelah ada laporan korban di SPKT Polda Sulut beberapa saat usai kejadian, pada Kamis (8/9/2022). Tersangka diketahui beraksi di Desa Sea Mitra, Kecamatan Pineleng, Kabupaten Minahasa, sekitar pukul 04:00 Wita.

“Modusnya, tersangka masuk ke rumah korban melalui jendela yang terbuka lalu mencuri satu unit sepeda motor Yamaha Aerox bernomor polisi DB 4220 RC,” ujarnya.

Setelah melancarkan aksinya, tersangka langsung menjual barang bukti kepada orang lain lewat Facebook dengan memakai akun palsu.

Penangkapan Tersangka Curanmor

Dalam penyelidikan, Tim Resmob mengetahui keberadaan kedua tersangka yakni di sebuah kos di wilayah Kecamatan Malalayang, Kota Manado.

Kemudian pada Selasa dini hari, sekitar pukul 02.00 Wita, Tim Resmob menangkap kedua tersangka tersebut, dilanjutkan dengan pencarian barang bukti.

Dalam pengembangan awal, diketahui bahwa tersangka telah tiga kali melakukan pencurian sepeda motor di wilayah Hukum Polda Sulut.

Berusaha Melarikan Diri

Saat pencarian barang bukti, tersangka MM melawan petugas dan juga berupaya melarikan diri sehingga diberikan tindakan tegas dan terukur oleh petugas di bagian kaki kanan.

Barang bukti yang diamankan yaitu tiga unit sepeda motor berbagai merek. Yakni, Yamaha Aerox warna warna kuning nopol DB 4220 RC, Yamaha NMax warna hitam tanpa nopol, dan Honda Beat warna hitam tanpa nopol.

“Kedua tersangka beserta barang bukti tersebut telah diamankan di Mapolda Sulut untuk diperiksa, dan kasus ini dalam pengembangan lebih lanjut,” kata Ansiga.

Penulis: Yoseph Ikanubun

Sumber: Liputan6.com

https://www.newshub.id/interactive2/3791

 

Loading