Sukses

Angka RON Pertalite Hilang, Bagaimana Kualitasnya?

Otosia.com, Jakarta Selepas kenaikan harga bahan bakar minyak termasuk untuk Pertalite, keluhan muncul antara lain mengenai perubahan masa pakai yang disebut cenderung lebih boros.

Satu laporan lain terkait Pertalite adalah hilangnya kode research octane number (RON) di pom-pom stasiun pengisian bahan bakar umum.

Mengenai informasi bahwa keterangan RON (Pertalite RON 90) hilang di pom SPBU, Ahmad Safrudin yang merupakan Direktur Eksekutif Komite Penghapusan Bensin Bertimbel (KPBB), mengatakan tidak tahu menahu mengenai hal itu.

 

 

 

Video Terpopuler saat Ini

Memantau BBM

Ia belum mendengar informasi tersebut. Sekalipun demikian, ia melihat bahwa ketiadaan keterangan RON merupakan sebuah pertanda.

"Ya kalau sudah mulai menghapus RON ya itu tanda-tanda bahwa jadi kabur kualitasnya seperti apa," kata dia dalam diskusi online bertajuk "Setelah Naik Pertalite Boros, Kok Bisa? belum lama berselang.

Pihaknya sendiri merupakan lembaga independen yang turut melakukan pemantauan kualitas bahan bakar di SPBU-SPBU sejak tahun 2001.

Kualitas BBM

Namun ia juga memberikan gambaran bahwa RON sendiri tidak bersifat kaku di satu angka. Nilai tersebut sebenarnya adalah kisaran dengan rentang batas atas dan bawah.

"Tahun 2001, pengujian setiap tahun 8 pengujian. Waktu itu RON 88, di beberapa SPBU ada yang 90 bahkan lebih ada juga yang 87, 88," ujarnya.

Ia pun karenanya menekankan bahwa untuk kualitas bahan bakar yang kala itu adalah Premium sebagai level terbawah, rentang kualitasnya adalah 87-90.

Sama dengan Premium

"Itu kualitas Premium. Disebut 88, faktanya RON ada rentangnya 87-90 koma," ujar pria yang kerap kali menekankan bahwa kualitas BBM di Indonesia buruk dan harganya terbilang mahal dibanding Malaysia dan Australia ini.

Yang menarik, ia mengatakan bahwa Pertalite yang dikenal masyarakat memiliki RON 90 sejatinya sama dengan Premium. 

"Kalau tidak salah Pertalite batasnya sesungguhnya mirip dengan Premium 88. Waktu itu disebut RON 90 sudah pantas. Itu berdasarkan riset kami," ujarnya.

https://www.newshub.id/interactive2/3791

 

Loading