Sukses

Lulut Kustomfest: Masyarakat Kastem juga Adaptif, Siap Ikut Konversi Kendaraan Listrik

Otosia.com, Jakarta Lain dari biasanya, bukan sebuah mesin besar peminum bensin yang kali ini jadi primadona dan dipajang sebagai hadiah dalam gelaran Kustomfest 2022.

Ajang bagi para pegiat motor custom tersebut kali ini menjadi sebuah motor Chopper Electric Bike sebagai lucky draw.

Motor custom elektrik ini merupakan garapan Lulut ‘LT’ Wahyudi, penggagas Kustomfest sekaligus owner sekaligus builder Retro Classic Cycles, yang menyiapkan hadiah motor ini untuk pengunjung Kustomfest 2022 dengan membeli tiket masuk seharga Rp 100.000.

"Pengin ngeliatin bahwa kami masyarakat custom juga adaptif. Kalau yang future-future, masa kita gak bisa. Ya sama lempar bola panas ke teman-teman pelaku custom," ujarnya.

Video Terpopuler saat Ini

 

 

 

 

Regulasi

Terkait itu, ia kemudian menyinggung bahwa builder motor custom yang adaptif termasuk di era peralihan mesin bensin ke listrik di Indonesia juga bisa berperan serta.

"Ya kita tidak menutup mata bahwa teknologi motor listrik pun tidak selamanya ramah lingkungan. Ada masalah yang menanti kita, limbah baterai susah recycle. Namun, ini sudah mengglobal," ujarnya.

Jika motor custom akrab dengan modifikasi, lalu pemerintah juga sudah membuka regulasi melalui Peraturan Menteri Perhubungan RI Nomor PM 65/2020, maka kebutuhan peralihan sebanyak itu tentu saling bertalian.

Tidak Dikuasai Sekelompok Orang

"Kalau sekian juta konversi, siapa sih yang akan lakukan? Kalau hanya dikuasai sekelompok orang, jadi monopoli. Kalau teman-teman pegiat custom (diikutsertakan), mereka bisa mendapat benefit dari program ini," ujarnya.

Harapannya, ke depannya pemerintah peduli serius dengan menunjukkan road map juga kepada masyarakat custom.

"Sehingga besok saat akan konversi, kami sudah siap, kami akan main di lini apa. Misalnya, oke motor cc kecil bisa dilakukan. Bengkel custom, yang pegang Elders. Saya harap bukan cuma Elders bengkel daerah bisa dapat sertifikasi," ujarnya.

Ia juga memandang bahwa pembelajaran dalam hal teknologinya sendiri bukan pula menjadi kendala bagi masyarakat custom.

"Masa sih yang lain enggak bisa. Dengan begitu, kita maunya maju bareng. Teknologi ini enggak tinggi-tinggi amat kok," ujarnya.

Hadiah Utama Motor Listrik

Hajatan custom culture Kustomfest kembali digelar secara offline di Jogja Expo Center, Yogyakarta pada 1 dan 2 Oktober 2022. Yang menarik, jika sebelumnya hadiah yang dinberikan kepada pengunjung adalah motor custom berbasis mesin konvensional, pada tahun ini lucky draw Kustomfest berupa Chopper listrik.

Motor listrik sebagai hadiah utama merupakan pengalaman pertama bagi tim Retro Classic Cycles (RCC) selama membuat sebuah karya kastem dengan menggunakan tenaga listrik sekaligus menjadi trigger buat pegiat motor kastem lainnya dalam membangun motor custom electric.

“Tidak ada yang tidak bisa dilakukan, kami juga banyak belajar soal teori dari para akademisi serta beberapa pihak lain soal elektrifikasi ini. Karena selama ini kita main dengan mesin combustion atau bahan bakar fossil dari mulai jenis V-twin, Boxer hingga mesin pesawat,” ungkap Lulut.

Kalau soal frame, suspensi springer, penggerak itu sudah menjadi makanan sehari-hari di RCC untuk membangun sebuah motor kastem. “Setelah adanya motor ini, bisa jadi muncul versi-versi lainnya dengan berbagai temuan inovasi dari kita nanti,” lanjutnya. 

 

Chopper Electric Bike

Chopper Electric Bike yang diberi nama Kawah Condrodimuko ini ditenagai motor drive Mid Drive V3 serta baterai 72V 24AH Dual yang bisa menempuh jarak sejauh 200 Km dengan tiga mode riding. Soal gaya chopper, Lulut menambahkan bahwa style ini menjadi representasi gaya dari kreasi RCC selama 20 tahun berkarya.

“Ini karya pertama motor kastem kita dengan penggerak listrik, kita maunya ada taste berupa chopper Frisco di motor ini sesuai dengan ciri khas bengkel RCC,” paparnya.

Lulut mengaku bahwa proses pengerjaan motor kastem elektrik ini memakan waktu 1,5 bulan, dimulai dengan konsep hingga uji coba beberapa part elektriknya. 

Corat-coret

Dari proses corat-coret desain pada perjalanannya banyak berubah, apalagi motor listrik belum pernah RCC kerjakan sebelumnya. “Jadi trialnya kita kalkulasi semuanya sampai sekarang,” tukasnya.

Menurut Lulut, paling sulit adalah soal baterai, karena sudah menyiapkan tempat khusus untuk pembuatannya, tapi pada akhirnya RCC pakai yang sudah ada mengingat waktu.

Meski demikian Lulut menambahkan bahwa dia terus memikirkan dampak lain dari penggunaan motor listrik terutama dari sampah limbah baterai.

“Pengunjung yang membeli tiket Kustomfest 2022 ini bisa mendapatkan kesempatan membawa pulang motor ini dan menjadi sejarah lahirnya motor chopper bertenaga listrik karya RCC,” terangnya.

Loading