Sukses

Biar Tak Salah Memahami, Begini Cara Baca Kode Oli Mesin Mobil yang Tepat

Otosia.com, Jakarta Oli memegang peranan penting dalam mesin kendaraan. Oli mesin berfungsi untuk mendinginkan dan melapisi lapisan halus yang ada dalam komponen mesin. Setelah terlapisi oleh oli, mesin menjadi lebih terlindungi dari benturan logam yang terjadi selama mobil digunakan.

Berkat oli itu pula, mesin jadi lebih terlindugi dari gesekan. Itulah kenapa mesin kendaraan akan cepat rusak tanpa adanya oli. Sebab, komponen mesin akan bergerak dan tidak ada pelumas yang melindungi saat terjadi pergesekan antar logam mesin.

Hanya saja, oli mesin ini ada beberapa jenis. Sebagai pemilik mobil setidaknya perlu mengetahui jenis oli mesin yang akan digunakan untuk kendaraan pribadi. Berdasarkan jenis bahan pembuatannya, setidaknya ada tiga jenis oli yang perlu diketahui. Ada apa saja?

Video Paling Dicari saat Ini

Jenis-Jenis Oli Mesin

Pertama, ada oli mineral. Oli jenis ini terbuat dari material yang berasal dari minyak bumi dan penggunaannya perlahan mulai ditinggalkan. Oli mineral biasa digunakan untuk mobil bermesin diesel. Walau secara harga cukup terjangkau, tetapi penggunaan oli ini tidak ramah lingkungan.

Kedua, ada oli semi sintetik. Oli jenis ini terbuat dari bahan alami yang dicampur dengan bahan aditif serta indeks viskositas. Kandungan mineral oli semi sintetik sekitar 50%. Oli semi sintetik banyak digunakan pada jenis mobil-mobil keluaran terbaru.

Ketiga, ada oli sintetik. Pelumas ini terbuat dari material zat buatan tanpa adanya campuran minyak bumi. Dengan kualitas yang bisa diatur sesuai keinginan, membuat harga oli sintetik lebih mahal daripada jenis oli lainnya. Oli sintetik banyak digunakan pada mobil penumpang dan mobil sport.

Macam-Macam Kode Oli Mesin

Selain itu, pada kemasan oli mesin biasanya juga tertera beberapa kode. Setidaknya, terdapat tiga kode oli yang berbeda yaitu SAE, API, dan JASO. Kode-kode ini dibedakan menurut standarisasi dari asosiasi yang berbeda-beda. Lantas, sudahkah memahami bagaimana cara membaca kode oli mesin pada mobil yang benar?

Kode Oli SAE

ociety of Automotive Engineer (SAE) merupakan asosiasi yang mengatur standardisasi di berbagai bidang, seperti bidang rancang desain teknik dan manufaktur. SAE merupakan kode standar untuk mengidentifikasi kekentalan oli.

Biasanya pada kemasan oli mesin, kode oli SAE akan ditulis dengan diikuti campuran huruf dan angka seperti SAE 10W-30, 10W-40 atau 20W-40, 20W-50. Angka di depan seperti 10W, 20W digunakan sebagai penunjuk kekentalan oli pada suhu dingin, baik oleh udara sekitar maupun saat mesin baru dinyalakan.

Sementara huruf W yang terletak di belakang angka merupakan singkatan dari ‘Winter’. Semakin kecil angka di depan huruf W, semakin encer pula oli tersebut di suhu dingin. Adapun dua angka dibelakang huruf W seperti 40 atau 30 menunjukkan kekentalan pelumas di suhu yang tinggi. Jadi, semakin kecil angka di belakang semakin encer pula oli tersebut di suhu tinggi.

Selain itu, kode SAE dengan kombinasi ini menunjukkan bahwa oli bersifat multigrade atau memiliki kemampuan mengubah kekentalan sesuai suhu. Misalnya, pada kemasan oli mesin tertulis kode SAE 10W-40, maka cara membacanya adalah oli tersebut akan memiliki sifat kekentalan 10 pada suhu dingin. Kemudian, oli akan mengental hingga 40 pada suhu panas.

Di samping multigrade, ada pula oli mesin SAE single grade yang artinya kekentalan oli tidak akan banyak berubah meski terjadi perubahan suhu. Oli ini cocok digunakan di daerah dengan suhu stabil. Di Indonesia sendiri, jenis oli yang paling banyak digunakan adalah oli mesin SAE 10W-30 atau 15W-50. Sementara di daerah yang lebih dingin digunakan SAE 5W-30. Sebagai info tambahan, pengujian dilakukan pada kondisi -30 dan -35 derajat Celcius.

Kode Oli API

American Petroleum Institute (API) merupakan sebuah kode standar untuk menentukan kualitas oli. Jika SAE menggunakan huruf W dan angka maka, API menggunakan dua huruf tambahan di belakang kode API seperti SN atau CH, misalnya 'API SN' atau 'API CH'.

Huruf pertama untuk menentukan jika jenis kendaraan bensin atau gasoline dilambangkan dengan kode S, sedangkan mesin diesel menggunakan kode C. Sementara huruf kedua menunjukkan kualitas terbaru oli. Semakin dekat huruf dengan Z maka semakin bagus kualitasnya, seperti oli API SN lebih bagus daripada oli API SJ.

Khusus untuk mobil keluaran terbaru, sebaiknya menggunakan kode oli dengan huruf mendekati Z. Sedangkan untuk mobil lama sebaiknya tidak menggunakan oli terbaru. Hal ini karena mesinnya tidak dirancang untuk menerima tingkat kekentalan oli tertentu.

Kode Oli JASO

Japanese Automotive Standard Association (JASO) merupakan sebuah lembaga dari Jepang yang bertugas menilai standar kualitas oli. Berbeda dengan API dan SAE yang digunakan untuk mobil, kode oli JASO digunakan khusus untuk motor.

Kode oli JASO biasanya diikuti dengan MA atau MB. Keduanya mengacu kepada pemakaian yang berbeda. MA berarti bahwa oli cocok digunakan untuk motor dengan kopling basah seperti motor sport atau bebek. Fungsi oli JASO MA untuk memberikan gesekan agar kopling tidak selip saat motor dikendarai.

Adapun JASO MB merupakan oli untuk motor matic dengan kopling kering atau  koplingnya tidak terendam oli. Oli JASO MB biasanya digunakan pada motor skutik. Oli dengan kode JASO MB memiliki daya gesekan yang lebih rendah dibandingkan JASO MA.

Dari beberapa informasi tersebut, sekarang bisa dipahami jika ingin membeli oli mesin mobil, maka fokuslah pada kode SAE dan API, bukan JASO yang diperuntukkan mesin motor. Salah satu oli mesin mobil terbaik yang dapat diandalkan adalah Shell Helix Extend 0W-40.

Produk terbaru Shell tersebut merupakan pelumas Carbon Neutral full sintetis terbuat dari 99,5% gas alam dan diformulasikan khusus untuk memaksimalkan performa mesin mobil. Shell Helix Extend 0W-40 akan membuat kinerja mesin mobil tetap prima hingga 20.000km.

Shell Helix Extend 0W-40 memiliki beberapa fitur unggulan. Dari Carbon Neutral dengan kredit karbon berbasis alam. Kemudian, produk ini dikembangkan dengan PurePlus Technology yang memaksimalkan performa mesin di setiap hentakan perjalanan.

Fitur unggulan lainnya berupa Active Cleansing Technology yang menjaga mesin tetap bersih, sehingga mesin dapat bekerja dengan lebih efisien, bahkan pada kondisi jalanan yang berat. Produk ini juga Fully Synthetic, yang membuat pelumas lebih tahan lama dengan kekentalan yang lebih stabil dibandingkan dengan pelumas mineral.

Tak sampai di situ, Shell Helix Extend 0W-40 juga dilengkapi Ultimate Protection yang melindungi mesin kendaraan dari keausan dengan ikatan molekul yang lebih kuat. Fitur unggulan lainnya berupa Low-Volatility Oil yang mengurangi penguapan dan menghemat penggunaan oli.

Fitur unggulan lainnya pada Shell Helix Extend 0W-40 adalah Sel-Rejuvenation Technology yang membentuk ekosistem yang meremajakan oli dan meningkatkan kinerja mobil. Tidak kalah penting, produk ini juga dilengkapi fitur Multifuel dengan spesifikasi API SP, ACEA A3/B3, ACEA A3/B4 yang cocok untuk kendaraan dengan bahan bakar bensin maupun diesel.

Shell Helix Extend 0W-40 sudah diuji coba dalam Dynamite 20 Field Test dan terbukti melindungi mesin dengan prima hingga 20.000 km. Hasilnya, oli mesin ini mampu memberikan perlindungan lebih maksimal pada mesin mobil, bikin mobil dapat melaju lebih jauh, serta membuat kinerja mobil kuat lebih lama. Cek informasinya lebih lanjut di sini.

Loading