Sukses

Cara Salat di Kendaraan saat Perjalanan Jauh, Patut Diketahui Agar Mudik Tak Jadi Alasan Tinggalkan Ibadah

Otosia.com, Jakarta Setiap muslim sepatutnya untuk mengetahui cara salat di kendaraan saat perjalanan jauh. Mengingat salat lima waktu merupakan ibadah wajib. Karena itulah meski tengah dalam perjalanan jauh atau mudik tetap harus menjalankannya.

Saat perjalanan jauh dan sedang berada di kendaraan, tentu salat tidak menjadi penghalang. Pasalnya, salat tetap bisa dikerjakan meski di dalam kendaraan. Dalam sebuah hadis, Jabir bin Abdillah radhiyallahu ‘anuhu mengatakan, artinya:

“Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam melaksanakan salat sunah di atas kendaraan tanpa menghadap kiblat". (HR. Bukhari 1094)

Oleh karena itu, cara salat di kendaraan saat perjalanan jauh ini wajib diketahui. Kendati demikian, ada hal yang perlu diperhatikan. Salat di kendaraan hanya boleh dilakukan jika ada uzur (halangan) yang dibenarkan dalam Islam. Sebagai contoh, jika tidak memungkinkan untuk turun dari kendaraan selama di perjalanan karena suatu hal.

Nah, berikut ini cara salat di kendaraan saat perjalanan jauh yang dilansir dari laman NU Online pada Jumat (11/11/2022). Simak selengkapnya!

Video Terpopuler dan Paling Dicari saat Ini

Syarat Dibolehkannya Salat di Kendaraan

Sebelum mengetahui cara salat di kendaraan saat perjalanan jauh, ada syarat yang dibolehkan saat menunaikan salat di kendaraan.

Salat wajib bisa dilakukan di atas kendaraan jika bisa melakukannya dengan sempurna. Namun, ketika dirinya tidak mungkin melakukannya dengan sempurna di atas kendaraan, sebaiknya turun dari kendaraan. Hal ini sebagaimana yang telah disebutkan dalam salah satu hadis, artinya:

“Dari Jabir bin Abdillah radliyallâhu ‘anhu bahwa Rasulullah SAW shalat di atas kendaraannya menghadap kemana pun kendaraannya itu menghadap. Namun bila beliau hendak shalat fardhu, maka beliau turun dan shalat menghadap kiblat.” (HR. Bukhari)

Meski begitu ada sejumlah syarat diperbolehkan salat di kendaraan, antara lain:

1. Tidak dapat menghentikan laju kendaraan, sementara dirinya khawatir akan terlewat waktu salat wajib.

2. Tidak ada tempat pemberhentian yang layak dan aman untuk menjalankan ibadah salat, seperti di dalam pesawat atau kapal kecil.

3. Jika tidak menemukan air untuk bersuci, ada baiknya bertayamum. Kecuali jika di kendaraan ada toilet atau wastafel untuk wudhu.

Cara Salat di Kendaraan Saat Perjalanan Jauh

Cara salat di kendaraan saat perjalanan jauh bisa dengan duduk di kendaraan. Sebagaimana kita tahu, setiap muslim yang sedang naik kendaraan dan tidak memungkinkan untuk berhenti, maka diperbolehkan untuk salat sambil duduk. Hal ini sebagaimana yang dijelaskan dalam sebuah hadis, artinya:

"Salatlah sambil berdiri, jika tidak bisa maka sambil duduk, jika tidak bisa maka sambil berbaring" (HR. Al Bukhari:1117)

Adapun cara salat di kendaraan saat perjalanan jauh adalah sebagai berikut:

1. Dengan posisi duduk di kursi kendaraan. Niat sambil Takbiratul ihram.

2. Setelah itu, tangan bersedekap seperti layaknya salat sambil berdiri, kemudian membaca doa iftitah, surat Al Fatihah, dan surat pendek yang dikehendaki.

3. Gerakan ruku’ dilakukan sedikit membungkukkan badan dari posisi duduk sambil berdiri ketika ruku’.

4. I’tidak dilakukan dengan posisi punggung lurus seperti dalam posisi duduk sambil berdoa.

5. Sujud dilakukan dengan membungkukkan badan lebih rendah dari gerakan ruku’ sebelumnya sambil berdoa.

6. Duduk di antara dua sujud, dilakukan dengan posisi duduk sempurna di kursi kendaraan sambil berdoa.

7. Setelah itu, sujud kembali dengan membungkukkan badan seperti pada sujudu awal sambil berdoa.

8. Duduk kembali dengan sempurna, tangan bersedekap untuk melaksanakan rakaat yang kedua, lalu membaca surat Al Fatihah dan surat pendek yang dikehendaki.

9. Ruku’ dilakukan sedikit membungkukkan badan dari posisi duduk sambil berdoa ketika ruku’.

10. I’tidal dilakukan dengan posisi punggung lurus seperti posisi duduk sambil berdoa.

11. Sujud dilakukan dengan membungkukkan badan lebih rendah saat ketika ruku’ sebelumnya.

12. Duduk di antara dua sujud, dilakukan dengan posisi duduk sempurna di kursi kendaraan sambil berdoa.

13. Sujud kembali dengan membungkukkan badan seperti pada sujud awal sambil berdoa.

14. Duduk tahhiyat akhir. Duduk dengan sempurna letakkan kedua tangan di atas lutut, lalu lakukaan dengan membaca doa tahiyyat akhir.

15. Mengucapkan salam sambil menolehkan kepala ke kanan dan ke kiri.

16. Berdoa dan berzikir sesudah selesai salat.

Penulis: Jevi Nugraha

Sumber: Merdeka.com

Loading