Sukses

Busi Nikel Punya Banyak Tipe Kepala, Apa sih Fungsinya?

Otosia.com, Jakarta Tipe busi di pasaran kini makin melimpah mengikuti teknologi kendaraan. Semakin advance sebuah mobil atau motor, busi juga akan turut berkembang dengan beragam variannya.

Salah satu tipe busi yang masih banyak dipakai dan bahkan memiliki ragam varian ialah nickel alloy. Ini merupakan tipe paling standar atau basic dibandingkan model-model lain.

Spesifikasi businya sendiri mengacu pada konfigurasi mesin standar kendaraan bermotor yang dipasarkan di Tanah Air. Seiring multi rupa mesin, kepala atau bentuk elektroda busi bermaterial nikel ini pun juga semakin bermacam-macam.

 

 

Video Paling Dicari saat Ini
 

Busi Pengapian Standar

Menurut PT NGK Busi Indonesia dalam keterangannya, diunggah pada akun YouTube NGK Busi, disitat Kamis (1/12/2022), busi nikel terbagi menjadi dua berdasarkan pengapiannya, yaitu standar dan high ignability.

Busi dengan pengapian standar merujuk pada kriteria mesin dari pabrik kendaraan bermotor.

Untuk tipe busi ini saja memilik dua bentuk model electrode, antara lain single ground electrode (SGE) dan multi electrode.

Seperti namanya, single ground electrode hanya memiliki satu kepala elektroda saja. Sementara multi electrode punya dua sampai empat kepala elektroda.

Keduanya memiliki keunggulan dalam mencegah penumpukan sisa karbon (carbon fouling) dan meningkatkan kemampuan pengapian tanpa butuh energi listrik yang besar.

Busi High Ignitability

Rupa busi high ignitability tidak terlalu berbeda dengan busi single ground electrode yang memiliki pengapian standar. Bedanya, busi ini dikhususkan untuk meningkatkan pengapian pada ruang bakar agar lebih optimal.

Selain itu, tipenya sendiri dibagi dua, ceter electrode berbentuk huruf "V" dan ground & center electrode berbentuk silindris.

Diko Oktaviano, Technical Suport di PT NGK Busi Indonesia menjelaskan, "Jadi memang kita buat itu untuk kompleksifitas dari si engine. Jadi bukan sembarangan kita buat seperti itu. Kita menyesuaikan dari tipikal engine itu sendiri."

Mana Lebih Bagus, Busi Single Ground Electrode atau Bercabang Banyak?

Dalam kesempatan terpisah, Diko menerangkan bila sebenarnya single ground electrode lebih bagus ketimbang multi fairing end (kepala busi). Ia menegaskan bila meski hanya punya satu kepala saja, titik pengapiannya akan fokus.

"Kenapa begitu? Karena syarat untuk pengapian yang baik adalah fokus, tidak bergeser kemana-mana. Firing point tidak bergeser dan tetap di titik utamanya. Kalau titik pengapian berpindah-pindah, daya ledakan api untuk menghasilkan gaya dorong piston tidak rata. Jadi single electrode untuk meningkatkan pengapian dan akselarasi karena fokus mengejarnya di titik pengapian," ungkapnya.

Untuk multi elektroda, seperti tiga, maka percikan api akan terjadi pada tiga sisi secara bergantian, sehingga keausan elektroda bisa rata. Selain itu potensi penumpukan karbon juga bisa dicegah karena karbon tidak sempat menutup bagian elektroda. 

 

 

Busi Multi Electrode untuk Torsi Maksimum

Masing-masing tipe elektroda bukan kelebihan dan kekurangan. Namun demikian bukan berarti busi multi elektroda tidak bagus, melainkan disesuaikan dengan spesifikasi kendaraan. Busi multi elektroda kerap digunakan pada motor trail yang mengedepankan torsi.

"Peruntukan multi ground ada maksud tersendiri dan disesuaikan dengan spek kendaraan. Penggunaan multi electrode itu cenderung untuk kendaraan yang lebih mengutamakan torsi dibadingkan akselarasi," bebernya.

Tidak heran jika tipe busi ini biasanya dipakai pada motor trail. "Biasanya dipakai pada seri trail. Misalnya ada trail Kawasaki pakai NGK CR9EK (multi electrode).

Kemudian trail KTM, Yamaha, dan Husqvarna juga pakai busi dengan tipe multi elektroda," tambahnya.

Loading