HOME » BERITA » REGULASI KENDARAAN LISTRIK, TAK ADA INSENTIF UNTUK MOTOR?

Regulasi Kendaraan Listrik, Tak Ada Insentif untuk Motor?

Jum'at, 10 Agustus 2018 22:30

Regulasi Kendaraan Listrik, Tak Ada Insentif untuk Motor?
Foto by Liputan6.com
Editor : Dini Arining Tyas

Otosia.com - Elektrifikasi kendaraan pun mulai digencarakan di beberapa Negara, termasuk Indonesai. Hanya saja, di Tanah Air regulasi tentang kendaraan listrik tengah digodok melalui Kementerian Perindustrian (Kemenperin).

Regulasi tersebut termasuk Pajak. Namun, dalam skema Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM), hanya ada insentif untuk roda empat, tanpa menyertakan roda dua.

Saat ditanyakan, Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi dan Alat Pertahanan Kemenperin, Putu Juli Ardika, pihaknya saat ini tengah mengarah untuk mempersiapkan keberadaan motor listrik di pasar Tanah Air.

"Kita sedang mengarah ke sana, bagaimana kita manangani sepeda motor listrik ini, memberikan insentif dan mendorongnya," jelas Putu saat ditemudi di GIIAS 2018, ICE BSD, Tangerang.

Lanjut Putu, untuk insentif sejatinya PPnBM untuk motor listrik di Indonesia sudah 0 persen. Jadi, untuk mendukung keberadaan motor tanpa bensin ini bisa dilakukan dengan alternatif lain.

"Saat ini sedang benar-benar kita pikirkan, dan fokus ke arah sana. Mungkin ada insentif jika ada investasi, pengembang RnD atau SDM-nya. Banyak hal yang bisa kita lakukan dan gunakan (mendorong motor listrik)," terangnya.

Untuk industri motor listrik Indonesia, memang sudah ada motor karyaanak bangsa, Gesits. Roda dua hasil pengembangan Institut Teknologi Sepulu Nopember (ITS) dan PT Gesits Technologi Indonesia (GTI).

"Kita selalu ingin mempercepat, karena kita berpikir energy security dan berpikir bagaimana bisa lebih ramah lingkungan," tandasnya.

Sumber: Liputan6.com

 (kpl/tys)







Daftarkan email Anda untuk berlangganan berita terbaru Kami

APA PENDAPAT ANDA ?

2018-8-10
detail

BERITA POPULER