HOME » BERITA » REGULASI MOBIL CBU DI INDONESIA, BEGINI KOMENTAR DFSK

Regulasi Mobil CBU di Indonesia, Begini Komentar DFSK

DFSK menyebut pemerintah perlu mengkaji ulang aturan mobil CBU di Indonesia.

Senin, 09 Maret 2020 11:45 Editor : Cornelius Candra
Regulasi Mobil CBU di Indonesia, Begini Komentar DFSK
Mobil listrik DFSK Gelora E (Otosia.com/ Cornelius Candra)

OTOSIA.COM - Untuk pertama kalinya Indonesia kedatangan kendaraan komersial bertenaga listrik, yaitu DFSK Gelora E. Mobil ramah lingkungan itu secara resmi diungkap dalam ajang Gaikindo Indonesia International Commercial Vehicle Expo (GIICOMVEC) 2020.

Pada kesempatan yang sama, Alexander Barus, CEO PT Sokonindo Automobile (DFSK) juga menjabarkan alasan mobil tersebut masih dalam tahap perkenalan. Ia mengatakan bahwa harga DFSK Gelora E masih terlalu mahal untuk masuk ke kelas kendaraan niaga.

1 dari 2 Halaman

Dengan regulasi mobil CBU (completely built-up) atau diimpor secara utuh dari luar negeri, dalam hal ini China, harga DFSK Gelora E ditaksir mencapai Rp469-juta untuk varian blind-van, sedangkan tipe van berkisar di angka Rp489-499 juta.

"Isunya sekarang ini bukan masalah kenapa tidak dijual serta berapa harganya (DFSK Gelora E). Jadi terus terang kami mengharapkan, pemerintah segera meniadakan biaya impor, sehingga bisa mendorong percepatan mobil listrik dan harganya menjadi lebih terjangkau," ujar Alexander dalam konferensi persi di GIICOMVEC 2020.

2 dari 2 Halaman

Memang, untuk 2 tahun ke depan DFSK Gelora E masih akan didatangkan dari China. Seandainya pemerintah mengubah kebijakan tentang mobil CBU, meskipun hanya untuk kendaraan listrik, harga van dan blind-van tersebut bisa lebih terjangkau.

Sebenarnya, DFSK Gelora juga tersedia dalam varian mesin bensin 4-silinder 1.500 cc. Harganya jauh lebih terjangkau, Rp175-179 juta untuk tipe blind-van dan Rp185-189 juta di varian van berkapasitas maksimum 11 penumpang.

BERI KOMENTAR