HOME » BERITA » REGULASI PEMERINTAH JADI PENENTU MASUKNYA MOBIL LISTRIK HYUNDAI KE INDONESIA

Regulasi Pemerintah Jadi Penentu Masuknya Mobil Listrik Hyundai ke Indonesia

Pabrikan asal Korea Selatan, Hyundai berencana untuk membangun pabrik di Indonesia dengan investasi sebesar US$880 juta atau Rp12,8 triliun. Hadirnya pabrik Hyundai di Indonesia nantinya juga untuk merakit mobil listrik. Terlebih lagi pasar Tanah Air memang menjanjikan di segala segmen mobil.

Kamis, 03 Januari 2019 21:15 Editor : Ahmad Muzaki
Ilustrasi mobil listrik (reutersmedia.net/resources)

OTOSIA.COM - Pabrikan asal Korea Selatan, Hyundai berencana untuk membangun pabrik di Indonesia dengan investasi sebesar US$880 juta atau Rp12,8 triliun. Hadirnya pabrik Hyundai di Indonesia nantinya juga untuk merakit mobil listrik. Terlebih lagi pasar Tanah Air memang menjanjikan di segala segmen mobil.

Dijelaskan, Presiden Direktur PT Hyundai Motor Indonesia (HMI), Mukiat Sutikno, untuk mobil listrik memang belum pasti, dan masih terus dibicarakan.

"Kita masih mencoba membaca, pertama aturan ke depannya gimana. Walaupun draf (kendaraan listrik) menyebutkan, luxury tax sudah nol persen," jelas Mukiat saat dihubungi Liputan6.com, Rabu (2/1/2018).

Lanjut Mukiat, draf kendaraan listrik ini, pastinya bakal mempengaruhi harga jual mobil listrik di Indonesia. Semakin mobil listrik dengan daya jelajah tinggi, pastinya akan semakin tinggi atau mahal, dan jika insentif kurang memadai, pasarnya juga tidak akan berkembang.

"Nantinya, regulasi juga akan mempengaruhi harga. Jika insentifnya kurang memadai, market tidak akan tertarik, buat apa bayar lebih mahal," tegasnya.

Banyak pertimbangan yang dilakukan Hyundai untuk memasukkan mobil listrik di Indonesia selain harga jual. Soal infrastrukstur dinilai Indonesia juga belum siap, seperti stasiun pengisian baterai yang belum memadai. Ini tentunya juga mempengaruhi nilai jual mobil listrik nantinya ketika sudah diluncurkan.

Sumber: Liputan6.com

(kpl/ahm)

BERI KOMENTAR