HOME » BERITA » RELAKSASI ANTAR LEASING BERBEDA, BIKIN BINGUNG DRIVER OJOL

Relaksasi Antar Leasing Berbeda, Bikin Bingung Driver Ojol

Pelaksanaan relaksasi kredit kendaraan yang berbeda antar leasing di saat corona membingungkan kreditor, termasuk ojek online

Senin, 18 Mei 2020 16:15 Editor : Nazarudin Ray
Relaksasi Antar Leasing Berbeda, Bikin Bingung Driver Ojol
Ilustrasi ojol salah satu kelompok penerima relaksasi kredit (Nazar Ray)

OTOSIA.COM - Pernyataan pemerintah melalui Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengenai pemberian kelonggaran atau relaksasi kepada kredit usaha mikro dan usaha kecil dan driver ojek online sebagai akibat dampak dari penyebaran virus corona COVID-19 sudah mulai dilaksanakan sejak Maret 2020 lalu.

Namun dalam penerapan pelaksanaan restrukturisasi kredit atau pembiayaan tersebut masih membingungkan para kreditor yang dalam hal ini driver ojol atau masyarakat bawah yang terdampak ekonomi akbiat COVID-19.

Seperti yang dikeluhkan Citra Indah, driver ojek online yang memiliki motor Honda Vario lansiran 2019 hasil mencicil dari Adira Finance. Citra mengaku memang ditawari keringanan kredit oleh pihak Adira. "Saya cuma ditawari untuk menandatangani surat kontrak baru dengan membayar Rp 350 ribu," terang Citra.

Citra mengatakan bahwa dari kontrak baru dengan biaya Rp 350 ribu itu Ia dapat rekonstruksi penangguhan kreit selama 3 bulan. Jumlah tenor tetap sama, dan sisa tenor akan kembali berlanjut setelah masa 3 bulan penangguhan berakhir. "Tapi, informasi dari Adira angsuran bulannya akan naik Rp 20 ribu hingga Rp 40 ribu mengikuti rate bunga," tambah Citra.

1 dari 3 Halaman

Kebingungan juga dialami Henhen yang berprofesi sama dengan Citra. Honda Vario seken yang dikredit dari FIFASTRA menjadi andalannya untuk mengantarkan barang saat corona.

Sama halnya Citra, Henhen juga ditawarkan relaksasi kredit dari FIFASTRA melalui operator ojek online tempat dirinya menerima order antar barang. ?Biar enggak bingung saya ikutin aja petunjuk dari petugas dari Gojek yang akan membantu pengurusan restrukturisasi kredit,? kata Henhen.

Henhen menyebutkan, berdasarkan informasi dari petugas FIFASTRA, dirinya mendapatkan keringanan kredit berupa potongan cicilan sebesar Rp 100 ribu selama 6 bulan, tapi tenornya akan bertambah. ?Saya cuma bisa bersyukur aja bisa dapat potongan cicilan Rp 100 ribu selama 6 bulan,? tutur Henhen.

Usai mendapat relaksasi kredit dari leasing berupa potongan cicilan Rp 100 ribu selama 6 bulan, maka Henhen hanya membayar Rp 1,2 juta selama 6 bulan. Setelah habis masa relaksasi tersebut, Henhen akan kembali membayar normal sebesar Rp 1,3 juta per bulannya.

2 dari 3 Halaman

Simpang siur dan bingungnya kreditor yang hendak mengurus kelonggaran kredit dari bank maupun perusahaan leasing, mendapat penjelasan lebih rinci dari PT Federal International Finance atau FIFGROUP, perusahaan finance di bawah bendera Grup Astra.

Menurut Charles Simaremare, Head of Corporate Communication FIFGROUP menjelaskan bahwa relaksasi pembayaran FIFGROUP adalah program yang diberikan kepada konsumen FIFGROUP yang terdampak COVID-19 dalam rangka memberikan kelonggaran angsuran dengan cara memperpanjang TOP maksimum 1 tahun sehingga nilai angsuran lebih kecil dari sebelumnya.

?Secara umum, kami menyambut positif program ini mengingat dalam kondisi seperti sekarang ini, kita melihat sebagian masyarakat ada yang terkena dampak langsung dan ada pula terkena secara tidak langsung,? ujar Charles.

?Oleh sebab itu, kami akan mencoba melihat konsumen yang terdampak lebih jauh. Kalau yang tidak terdampak, baik langsung maupun tidak langsung, tentu tidak masuk dalam program yang akan kami implementasi,? tambahnya.

3 dari 3 Halaman

Dalam penerapannya, FIFGROUP akan menerima nasabah/konsumen dengan basis pengajuan. Bagi mereka yang termasuk subjek dari kebijakan tersebut akan mengajukan langsung ke kantor cabang waktu pengajuan pinjaman.

Pengajuan permohonan restrukturisasi dapat dilakukan konsumen yang terkena dampak corona dengan persyaratan sebagai terdampak langsung COVID-19 dengan nilai pembiayaan di bawah Rp 10 miliar, dan konsumen yang mengalami kesulitan untuk memenuhi kewajiban karena usahanya terdampak penyebaran COVID-19 secara langsung.

Selain itu tidak memiliki tunggakan sebelum tanggal 2 Maret 2020 saat Pemerintah RI mengumumkan virus corona, serta pemegang unit kendaraan/jaminan.

BERI KOMENTAR