HOME » BERITA » RELAKSASI PPNBM MELUAS KE 2500CC, KAPAN WAKTU YANG TEPAT MEMBELI MOBIL BARU?

Relaksasi PPnBM Meluas ke 2500cc, Kapan Waktu yang Tepat Membeli Mobil Baru?

Relaksasi PPnBM direncanakan meluas ke kendaraan berkapasitas 2500cc. Namun peluang mendapatkan mobil baru secara lebih murah perlu mempertimbangkan beberapa hal.

Rabu, 24 Maret 2021 17:45 Editor : Nazarudin Ray
Relaksasi PPnBM Meluas ke 2500cc, Kapan Waktu yang Tepat Membeli Mobil Baru?
Ilustrasi pameran otomotif (Otosia.com/Nazar Ray)

OTOSIA.COM - Program pemotongan PPnBM nol persen untuk kendaraan bermotor yang berlaku mulai Maret hingga Mei 2021 membuat masyarakat mulai memperhitungkan untuk membeli atau mengganti mobilnya.

Dalam perkembangan berikutnya relaksasi pajak semakin diperluas sehingga mobil dengan kapasitas mesin 2.500 cc berpotensi turun harga.

Walaupun ini kabar baik bagi merea yang ingin mencari kendaraan baru, namun banyak hal yang perlu dipertimbangkan ketika hendak membeli mobil baru.

"Kalau ditanya relaksasi PPnBM adalah waktu yang tepat beli mobil, saya katakan bisa ya, bisa tidak. Pada dasarnya mobil merupakan aset yang memang kita butuhkan, misalnya mau buka usaha rental mobil, atau menjadikan mobil sebagai kendaraan niaga antara barang, atau jadi driver online. Yang berbahaya itu kalau kita impulsif," buka Aulia Akbar CFP, financial educator dan periset Lifepal.

1 dari 4 Halaman

Menurutnya, yang perlu diingat bahwa mobil bukan merupakan aset investasi melainkan aset yang terus mengalami depresiasi nilai dari waktu ke waktu. Oleh karena itu, membeli mobil tentu tidak bisa dilakukan secara impulsif hanya karena ada diskon.

Mencari-cari mobil baru

"Yang perlu dilakukan adalah perencanaan keuangan terlebih dulu sebelum membelinya. Sebagian besar dari kita terpaksa bekerja di rumah akibat pandemi COVID-19. Hal ini pun memunculkan pertanyaan, apakah mobil yang nanti dibeli akan kita pakai secara rutin?," tanyanya.

Membeli sesuatu yang harganya tidak murah seperti kendaraan baru di masa pandemi sangat berisiko tinggi, terutama jika dilakukan secara kredit. Dia mengingatkan bahwa pandemi COVID-19 telah menciptakan ketidakpastian ekonomi bagi segala sektor industri, termasuk bagi perusahaan tempat kita bekerja.

2 dari 4 Halaman

Dana darurat

Sebelum membeli mobil, pastikan bahwa Anda sudah menyediakan dana darurat minimal enam kali pengeluaran bulanan Anda. Dana darurat akan sangat berguna untuk menanggung biaya hidup jika pendapatan terhenti.

Jika tetap ngotot untuk membeli mobil baru, pembelian secara kredit atau tunai punya kekurangan dan kelebihan masing-masing. Ini juga yang harus dipikirkan.

Jika pembelian tunai, ini menyebabkan kekurangan likuiditas (aset lancar). Jumlah tabungan, atau kas maupun setara kas yang ideal adalah 15 - 20 persen dari kekayaan bersih. Sedangkan nilai kekayaan bersih didapat dari hasil pengurangan total aset dan utang.

Jika aset lancar kurang dari 15 persen tentunya membuat kita kekurangan kas. Oleh karena itu, pembelian mobil secara kredit mungkin bisa jadi solusi.

3 dari 4 Halaman

Di sisi lain, pembelian kredit positifnya bisa menghindari masalah kekurangan kas, dan yang kedua adalah mendapatkan asuransi mobil dari pihak pemberi kredit.

Namun bagaimanapun kredit adalah utang. Wajib bagi calon pembeli mobil untuk mengetahui nilai rasio utang berbanding aset atau debt to asset ratio dengan cara membagi total utang yang dimiliki dan total aset. Besaran nilai utang yang ideal adalah tidak lebih dari 50 ersen total aset.

Sementara itu, perlu mengetahui juga nilai debt service ratio atau rasio kemampuan pelunasan utang dengan membagi cicilan utang dan besaran pemasukan bulanan kita. Jika nilainya di atas 35 persen maka cicilan utang sudah terlalu besar.

4 dari 4 Halaman

Pengeluaran ekstra

calon konsumen mobil baru di pameran otomotif

Selain itu, bersiap-siap dengan pengeluaran ekstra. Risiko-risiko kepemilikan mobil seperti ban kempes di jalan, habisnya masa pakai aki mobil atau suku cadang lain umumnya bukan termasuk yang dicover oleh asuransi. Belum lagi, adanya pajak tahunan yang wajib dibayar.

Karena itu pastikan pengeluaran-pengeluaran untuk kepemilikan kendaraan tidak akan mengganggu arus kas pengeluaran bulanan dan tahunan. Jangan biarkan arus kas bersih minus karena pengeluaran-pengeluaran tersebut.

"Jika Anda belum siap dengan pengeluaran ini, jangan memaksakan diri untuk membelinya. Bila membeli, pastikan untuk melindungi segala macam risiko yang berpotensi menimpa mobil Anda tentu akan menimbulkan biaya yang besar. Sangat disarankan untuk melindungi mobil dengan asuransi mobil," imbuhnya.

Sebelum membeli mobil, pastikan sudah tersedia dana darurat minimal enam kali pengeluaran bulanan. Dana darurat akan sangat berguna untuk menanggung biaya hidup jika pendapatan terhenti.

BERI KOMENTAR