HOME » BERITA » RELAKSASI PPNBM PERMANEN BELUM PASTI, PEMESANAN MOBIL HONDA TURUN 50%

Relaksasi PPnBM Permanen Belum Pasti, Pemesanan Mobil Honda Turun 50%

Lantaran peraturan diskon pajak permanen belum diberlakukan, Honda mengalami penurunan jumlah pemesanan cukup signifikan.

Rabu, 12 Januari 2022 21:15 Editor : Arendra Pranayaditya
Relaksasi PPnBM Permanen Belum Pasti, Pemesanan Mobil Honda Turun 50%
Honda City hatchback RS (Otosia.com/Arendra Pranayaditya)

OTOSIA.COM - Belum lama ini ada wacana untuk membuat Pajak Penjualan Atas Barang Mewah Ditanggung Pemerintah (PPnBM-DTP) menjadi permanen. Hal ini dilakukan berkat respon positif dari masyarakat dan industri otomotif secara keseluruhan.

Kendati demikian peraturan tersebut hingga saat ini belum ditetapkan. Pasalnya pemerintah masih akan mengkaji ulang peraturan tersebut.

Lantas sebagian besar produsen otomotif di Indonesia sudah menyesuaikan harga produknya. Salah satunya adalah PT Honda Prospect Motor (HPM), di mana beberapa model mengalami kenaikan harga Rp 30 juta atau lebih.

1 dari 4 Halaman

Pemesanan turun

Dengan belum resminya peraturan diskon PPnBM 100% dan harga mobil Honda yang melejit, pihak HPM mengaku total pemesanan mobil turun sekitar 50%. Yang menarik, penurunan itu sudah terjadi sejak bulan Desember 2021, meski program potongan harga itu masih berlaku.

"Pemesanan sejak bulan Desember 2021 kemarin hingga tanggal 9 Januari 2022 pemesanan turun 50%," ungkap Yusak Billy, Business Innovation & Marketing Director HPM saat diskusi singkat menjelang acara media test drive All New Honda BR-V, Kamis (11/1/2022).

2 dari 4 Halaman

Honda Brio RS (Otosia.com/Arendra Pranayaditya)

Penurunan jumlah pemesanan itu tidak terpaku pada satu model, melainkan mengacu pada seluruh pemesanan mobil Honda pada umumnya. Yang pasti, mobil-mobil yang terdampak itu sebelumnya mendapatkan relaksasi PPnBM.

"(Yang terkena) secara keseluruhan. Model yang sebelumnya mendapat relaksasi PPnBM 100%, kan sekarang tidak ada relaksasi lagi, harga menjadi normal. Hampir semua model kita mendapatkan relaksasi PPnBM," lanjutnya.

3 dari 4 Halaman

Selain itu, kenaikan harga mobil Honda juga disebabkan oleh peraturan pajak baru berbasis emisi. Pasalnya naiknya banderolan setiap mobil berkisar antara 15%-20%.

"Pajak emisi paling rendah 15%. Nah sebelumnya kan mendapatkan diskon pajak menjadi 0%, sekarang naik lagi dari 0% menjadi 15% atau 20%, tergantung pada mobilnya," jelasnya.

4 dari 4 Halaman

Sementara Honda BR-V terbaru tidak mengalami perubahan harga secara signifikan. Mobil itu memang sejak awal diluncurkan tanpa mengusung diskon PPnBM 100%.

"Honda BR-V tidak terlalu bermasalah, karena dari awal memang dijual tanpa PPnBM," tutup Billy.

BERI KOMENTAR