HOME » BERITA » RENAULT ANGKAT BICARA TERKAIT PANDANGAN NEGATIF TRANSMISI AMT

Renault Angkat Bicara Terkait Pandangan Negatif Transmisi AMT

Transmisi AMT kurang populer karena dianggap kurang responsif. Lantas, bagaimana cara Renault Indonesia memasarkan mobil bertransmisi AMT?

Selasa, 26 Mei 2020 14:45 Editor : Cornelius Candra
Renault Angkat Bicara Terkait Pandangan Negatif Transmisi AMT
Tuas transmisi Renault Kwid Climber 2020 (Renault Indonesia)

OTOSIA.COM - Transmisi AMT (automated manual transmission) di Indonesia sampai sekarang masih terus menjadi perdebatan. Tak sedikit yang menganggap jenis ini tidak bisa berakselerasi dengan baik sehingga kurang cocok digunakan untuk stop and go.

Meski demikian, tak sedikit pula yang menyukai transmisi AMT. Pasalnya, mobil bisa menjadi lebih irit bahan bakar, tapi tetap memberikan kenyamanan layaknya transmisi AT (automatic transmission).

Maxindo Renault Indonesia (MRI) pun menjadi salah satu pabrikan yang setia dengan transmisi AMT. Sistem ini digunakan untuk membuat produk-produknya semakin irit dan tetap lincah saat harus bermanuver.

"Transmisi AMT adalah transmisi yang fokus ke drive ability daripada transmisi manual, tapi tetap nyaman dan mobil tetap irit," terang Davy J Tuilan saat peluncuran Renault Kwid Climber pekan lalu (20/5).

1 dari 1 Halaman

Renault Kwid Climber

Sayangnya, transmisi AMT masih belum terlalu populer di Indonesia. Karena itu, pabrikan asal Perancis tersebut memiliki strategi khusus untuk membiasakan masyarakat Tanah Air dengan sistem ini.

"Ini sebenarnya masalah kebiasaan saja. Nanti semakin banyak mobil AMT yang terjual, masyarakat akan teredukasi bahwa sebenarnya mobil ini sebenarnya bisa memberikan kelincahan mobil manual dan kenyamanan mobil matik, namun konsumsi bahan bakar tetap efisien," tambah Davy.

"Tenaga penjual kami pun akan menjelaskan beragam kelebihan dari transmisi AMT. Sebenarnya, setiap transmisi memang memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing," ujarnya.

Davy pun menyebut bahwa biaya produksi transmisi AMT lebih rendah dibanding tipe AT. Karena itu, selisih antara varian AMT dan MT hanya berkisar di angka Rp5-7 jutaan, sedangkan biasanya transmisi AT lebih mahal Rp10-12 juta dari tipe MT.

BERI KOMENTAR