HOME » BERITA » REVIEW: AKHIR PEKAN BARENG NISSAN KICKS E-POWER, CANGGIH DAN SIMPLE

Review: Akhir Pekan Bareng Nissan Kicks e-Power, Canggih dan Simple

Nissan Kicks e-Power merupakan mobil yang irit, canggih, dan tidak merepotkan.

Rabu, 07 Oktober 2020 16:45 Editor : Cornelius Candra
Review: Akhir Pekan Bareng Nissan Kicks e-Power, Canggih dan Simple
Nissan Kicks e-Power (Otosia.com/ Cornelius Candra)

OTOSIA.COM - Pada akhir pekan kemarin, redaksi Otosia mendapat kesempatan untuk mengenal Nissan Kicks e-Power secara lebih lengkap. Sebelumnya, kami memang sempat menjajal SUV 5-seater ini, tapi hanya di kawasan Gelora Bung Karno (GBK).

Karena itu, kami membawa Nissan Kicks e-Power ke Bandung dan sekitarnya untuk merasakan performa dan kenyamanannya. Memang secara fisik mobil ini tidak terlalu besar, bahkan cenderung ringkas. Efeknya, tidak terlalu sulit ketika harus bermanuver di jalan yang relatif sempit. Tapi, yang menjadi perhatian kami adalah sistem dapur pacu dan segala kemudahan yang ditawarkan.

Dengan sistem e-Power, mobil ini memiliki performa mobil listrik, tapi tidak perlu bersusah payah melakukan charging eksternal. Jelas efisiensi bahan bakarnya cukup menarik perhatian. Dengan cara mengemudi ala kadarnya, tanpa menggunakan metode eco-driving atau mengejar kehematan, kami berhasil mencatatkan konsumsi bahan bakar 20,8 km/liter. Angka ini merupakan hasil perpaduan ketika melintas di kemacetan dan tol yang cenderung lancar.

1 dari 4 Halaman

Kami pun sempat menggeber Nissan Kicks e-Power ke Cikole, Lembang, tapi melalui jalur alternatif. Rute ini didominasi dengan jalan sempit dan tanjakan curam, serta tikungan patah. Karena dimensinya compact, tidak terlalu sulit untuk melewati tantangan tersebut.

Selain itu, performa motor listrik pada Nissan Kicks e-Power sangat cukup untuk melibas tanjakan curam dengan sudut kemiringan sekitar 40 derajat. Memang akselerasinya terasa agak lambat pada mode Eco, tapi ketika diubah ke mode standar, torsinya langsung terasa.

Nissan Kicks e-Power juga menerapkan sistem regeneratif-braking. Dengan teknologi tersebut, mobil ini seakan-akan memiliki kemampuan lifesteal atau secara harafiah "mencuri nyawa". Pasalnya, estimasi jarak tempuh dengan bahan bakar yang tersedia bisa bertambah hanya dengan melakukan pengereman.

2 dari 4 Halaman

Ketika turun dari daerah Punclut, estimasi jarak yang bisa ditempuh berada di 259 km. Namun, dengan sistem regeneratif-braking, Nissan Kicks e-Power diprediksi bisa menjelajah hingga 312 km lagi, padahal sudah melalui rute Punclut-Cimbuleuit.

Hadirnya fitur one-pedal system yang dipadu auto-hold turut menambah kenyamanan berkendara pada Nissan Kicks e-Power. Pasalnya, ketika menghadapi kemacetan, pengemudi hanya perlu mengangkat kaki secara perlahan dari pedal gas dan mobil akan mengerem secara otomatis.

Ketika melaju di ruas tol, hadir fitur adaptive cruise-control yang juga mempermudah pengendaranya. Nissan Kicks e-Power akan otomatis mengerem ketika kendaraan di depan terasa terlalu dekat atau menurunkan kecepatan secara tiba-tiba. Meski demikian, pengemudi tetap harus waspada untuk mengontrol jalannya sistem ini.

3 dari 4 Halaman

Pengendalian Nissan Kicks e-Power juga terbilang presisi dan tidak melelahkan. Kemudinya terasa ringan ketika melaju dalam kecepatan rendah, di bawah 40 km/jam, namun bisa menjadi lebih mantap saat berada di atas 60 km/jam.

Bodinya tidak terasa limbung ketika menikung dalam kecepatan tinggi. Dan secara fisik, Nissan Kicks e-Power dilapisi cat dengan kualitas yang baik, dan desainnya terkesan futuristis. Sektor depannya dihuni gril V-Motion khas Nissan, berlabur krom yang bernuansa mewah.

Kemudahan juga terasa ketika parkir atau melewati jalanan yang sempit, seperti gang. Pasalnya, Nissan Kicks e-Power sudah dilengkapi dengan kamera 360 derajat, serta beberapa sensor, sebut saja blind-spot warning, rear-cross traffic alert, dan parking sensor.

4 dari 4 Halaman

Sayangnya masih ada beberapa kekurangan pada Nissan Kicks e-Power yang menjadi perhatian redaksi Otosia. Armrest di kabin depan terasa kurang tinggi, sehingga tangan malah tidak bisa bertumpu dengan nyaman, serta ruang di bawahnya tidak terlalu dalam.

Jok Nissan Kicks e-Power juga terbilang agak keras, serta material yang digunakan terkesan biasa. Meski demikian, bangku pengemudi sudah bisa diatur ketinggiannya, meski masih secara manual. Sedangkan penumpang belakang tidak mendapatkan armrest. Interiornya secara keseluruhan pun terasa kurang mewah dan futuristis. Tapi, desain sebenarnya tergantung selera masing-masing.

Dirilis pada September 2020 lalu, Nissan Kicks e-Power hanya hadir dalam 1 varian dan dibanderol Rp449 juta (OTR Jakarta). Kami rasa, dengan harga tersebut, mobil SUV ini perlu dipertimbangkan, terlebih dengan efisiensi sistem e-Power serta beragam fitur yang tersemat di dalamnya.

BERI KOMENTAR