HOME » BERITA » REVIEW: ROYAL ENFIELD HIMALAYAN, MOGE IRIT JAGONYA TANJAKAN

Review: Royal Enfield Himalayan, Moge Irit Jagonya Tanjakan

Konsumsi bahan bakar Royal Enfield Himalayan terbilang sangat irit untuk motor 1-silinder 400 cc.

Selasa, 03 November 2020 07:15 Editor : Cornelius Candra
Review: Royal Enfield Himalayan, Moge Irit Jagonya Tanjakan
Royal Enfield Himalayan (Otosia.com/ Cornelius Candra)

OTOSIA.COM - Selama akhir pekan kemarin, redaksi Otosia berkesempatan untuk menjajal Royal Enfield Himalayan keluaran 2020. Kami pun langsung menggeber motor gede (moge) bergaya adventure klasik ini di jalanan aspal dan off-road ringan.

Sebelumnya, Royal Enfield Himalayan 2020 telah dirilis di Indonesia pada Juli lalu. Bentuknya memang masih sama, terkesan klasik dan gagah, tapi ada fitur baru yang sangat berguna, yakni ABS di masing-masing rem cakramnya.

1 dari 7 Halaman

Sistem pengereman ini sangat tepat disematkan pada Royal Enfield Himalayan, terlebih dengan bobot motor yang nyaris 200 kg. Saat kami mengujinya, ABS dual-channel tersebut mampu memberikan feeling pengereman yang pas dan akurat ketika harus mengerem secara cepat di jalanan licin, baik on-road maupun off-road.

Memang, hadirnya ABS dual-channel membuat ban belakang Royal Enfield Himalayan 2020 tidak bisa berhenti secara cepat untuk menciptakan sensasi sliding ketika off-road. Mungkin di versi berikutnya, mereka akan menyematkan tombol dan sistem untuk mematikan fitur tersebut.

2 dari 7 Halaman

Terlahir sebagai motor adventure touring, Royal Enfield Himalayan menawarkan posisi berkendara yang nyaman. Tangan tidak menahan beban di badan, serta setang selebar 80 cm mempermudah pengendaliannya, terlebih ketika melintasi medan off-road ringan.

Masih soal kenyaman, nilai plus dari Royal Enfield Himalayan adalah joknya yang empuk. Selain itu, bahan yang digunakan juga mudah kering, sehingga tidak membuat celana basah ketika berkendara sehabis hujan atau setelah motor dicuci. Bangkunya pun tak terlalu tinggi dan cukup bersahabat dengan postur tubuh orang Indonesia.

3 dari 7 Halaman

Kenyamanan ini pun bertambah dengan suspensi yang empuk, tapi pantulannya tidak terlalu cepat. Memang perbedaan lingkar peleknya cukup besar, depan 21 inci dan 17 inci di belakang. Tapi, efeknya justru positif, Royal Enfield Himalayan bisa menikung dengan patah, terlebih ketika harus melewati medan off-road atau pun bermanuver di kemacetan.

Untuk urusan performa, Royal Enfield Himalayan 2020 masih mengandalkan mesin 1-silinder 411 cc SOHC yang bertenaga 24,3 hp dan torsi 32 Nm. Hanya saja, dapur pacu tersebut sekarang sudah memenuhi standar emisi gas buang Euro 4.

4 dari 7 Halaman

Secara angka, jantung penggerak ini bisa dibilang menghasilkan tenaga yang tak terlalu fantastis untuk sebuah moge. Tapi, torsinya yang besar membuat Royal Enfield Himalayan mudah dikendalikan dan bisa melibas tanjakan curam dengan mulus, meski agak lambat.

Hal positif lain dari mesin Royal Enfield Himalayan ialah efisiensi bahan bakarnya yang terbilang irit. Menggunakan metode full-to-full, kami mampu mencatatkan konsumsi bahan bakar hingga 29,8 km/liter. Padahal, kami menggeber dengan putaran mesin yang cukup tinggi dan stop-and-go, serta tidak memperhatikan prinsip eco-riding.

5 dari 7 Halaman

Soal desain, kami serahkan ke selera Otolovers. Yang jelas, bagi para pecinta motor klasik dan adventure, tampilan Royal Enfield Himalayan sangat bisa dipertimbangkan. Lampu dan spionnya bulat, serta tangki melengkung halus kental dengan nuansa lawas.

Ada beberapa fitur sederhana yang menjadi bagian dari desain, tapi bukan sekadar kosmetik, pertama ialah windshield. Ukurannya memang tidak terlalu besar, tapi komponen ini mampu menghadang angin yang langsung menerpa dada pengendaranya. Selain itu, karena dimensinya kecil, visibilitas pengendara ketika hujan tetap baik. Terpasang juga skid-plate kecil tepat di bawah mesin yang melindungi dapur pacunya dari lontaran kerikil.

6 dari 7 Halaman

Paruh tepat di atas spakbor depan, ternyata juga bukan pemanis belaka. Hadirnya aksesori tersebut membuat cipratan air tidak sampai menyentuh lampu depan, bahkan windshield dan pengendaranya. Pada bagian belakang terdapat rak kecil yang sangat berguna. Otolovers bisa langsung menaruh box di atasnya atau pun sekadar meletakkan barang bawaan dan mengikatnya.

Kompas elektronik di dashboard Royal Enfield Himalayan memang menambah nuansa adventure di motor ini. Sayangnya, dampak dari kehadiran fitur tersebut tidak signifikan, terlebih ketika hanya melintasi jalan nasional. Lampu utamanya cukup terang, dengan halogen H4 55W/60W. Tapi, menurut kami, Otolovers masih membutuhkan penerangan tambahan untuk meningkatkan visibilitas saat berkendara di malam hari.

7 dari 7 Halaman

Jadi, dengan harga Rp114,3 juta (OTR Jakarta), Royal Enfield Himalayan menjadi salah satu motor yang harus anda pertimbangkan, terlebih bagi para pecinta motor klasik dan adventure. Terlebih, konsumsi bahan bakarnya sangat irit, nyaris menyentuh 30 km/liter.

Mengenai spesifikasi lengkap Royal Enfield Himalayan 2020, Otolovers bisa membacanya di artikel ini: Royal Enfield Himalayan 2020 Dirilis di Indonesia, Apa yang Baru? atau langsung berkunjung ke situs resmi Royal Enfield Indonesia dan melalui akun Instagram mereka, @nusantararoyalenfield.official, serta @indonesianroyalenfield.

BERI KOMENTAR