HOME » BERITA » REVIEW: BMW S1000 XR, MOTOR ADVENTURE CANGGIH BERMESIN SUPERBIKE

Review: BMW S1000 XR, Motor Adventure Canggih Bermesin Superbike

Menjajal langsung sensasi mengendarai motor adventure bermesin superbike, BMW S1000 XR.

Jum'at, 29 Januari 2021 09:45 Editor : Cornelius Candra
Review: BMW S1000 XR, Motor Adventure Canggih Bermesin Superbike
BMW S1000 XR (Otosia.com/ Cornelius Candra)

OTOSIA.COM - Segmen motor gede (moge) kian ramai di pasar otomotif Tanah Air. Pada 2020 lalu, BMW Motorrad Indonesia resmi merilis BMW S1000 XR, sebuah motor adventure touring, namun mesinnya diturunkan langsung dari superbike andalan mereka, BMW S1000 RR, 1.000 cc 4-silinder inline.

Menyoal performa, tentu tak perlu diragukan, bertenaga 165 hp dengan torsi 114 Nm. Di mode Dynamic, akselerasinya terasa instan dan cukup mengagetkan. Namun, saat menggunakan mode Road atau pun Rain, penyalurannya menjadi lebih halus.

Pemilik BMW S1000 XR bahkan bisa menyesuaikan tenaga dan pengereman dengan seleranya sendiri melalui mode Dynamic Pro. Pengaturannya melalui instrumen panel dan dikontrol menggunakan konsol di handle-bar sebelah kiri.

1 dari 3 Halaman

Selain untuk pengaturan riding-mode, instrumen panel tersebut juga berfungsi sebagai speedometer, serta menampilkan indikator lainnya. Bahkan, layar ini pun dapat terhubung ke smartphone melalui aplikasi BMW Motorrad Connected.

Ketika sudah tersambung, instrumen panel ini juga bisa menampilkan sistem navigasi. Jika terhubung pula ke intercom di helm, pengendara pun dapat mendengarkan lagu atau pun menjawab telepon yang masuk.

Informasi yang disampaikan pun lengkap, seperti sisa jarak tempuh dengan bahan bakar tersisa, suhu mesin, suhu udara sekitar, jam, dan konsumsi bahan bakar rata-rata. Kecanggihannya tak berhenti di situ, tapi juga ke kaki-kakinya.

2 dari 3 Halaman

BMW S1000 XR dibekali suspensi depan teleskopik keluaran Marzocchi, sedangkan bagian belakang ditopang monoshock swingarm. Sepasang peredam kejut tersebut bahkan bisa diatur tingkat peredamannya melalui tombol di handle-bar kiri. Ada 2 mode yang bisa dipilih, yakni Road dan Dynamic.

Untuk peredaman yang lebih empuk, pengendara bisa memilih Road. Sedangkan mode Dynamic cenderung rigid, tapi tetap nyaman ketika harus berhadapan dengan jalan berlubang. Sepasang suspensi ini juga dipadu roda yang mumpuni.

Di depan terpasang ban berukuran 120/70ZR17 yang dikawal double disc-brake. Sedangkan bagian belakang menggunakan ban 190/55ZR17 serta dipadu single disc-brake. Keduanya pun menggunakan pengereman ABS. Sistem ini sangat cocok untuk menahan bobotnya yang sebenarnya cenderung ringan di kelasnya, hanya 225 kg dan kecepatannya yang bisa lebih dari 200 km/jam.

3 dari 3 Halaman

Terlahir dengan genre adventure-touring, postur BMW S1000 XR terbilang tinggi. Seat-height motor ini mencapai 840 mm sehingga agak kurang cocok untuk orang dengan tinggi badan di bawah 170 cm. Tapi, tangkinya cenderung lebar sehingga mudah dijepit untuk mempermantap handling. Kapasitanya pun besar, mencapai 20 liter.

Kecanggihan BMW S1000 XR juga terdapat di sektor pencahayaannya. Lampu utamanya sudah dilengkapi auto-high beam dan LED DRL. Tak lupa terpasang cornering-light yang otomatis menyala saat motor miring di atas 10 derajat. Tentu fitur ini sangat membantu saat perjalanan malam dan berliku.

Sekarang pilihan kami kembalikan ke Otolovers. Pasalnya, harga BMW S100 XR yang relatif tinggi, mencapai Rp719 juta off-the-road. Tapi, dengan nominal tersebut, pengendara bisa merasakan sensasi mesin superbike, namun memiliki daya jelajah yang lebih jauh.

BERI KOMENTAR