HOME » BERITA » RINGANKAN BEBAN WARGA SELAMA PANDEMI COVID-19, PEMPROV SUMSEL BEBASKAN DENDA PAJAK KENDARAAN

Ringankan Beban Warga Selama Pandemi COVID-19, Pemprov Sumsel Bebaskan Denda Pajak Kendaraan

Mulai 1 Agustus 2020 hingga 1 September 2020, denda pajak kendaraan di Sumatera Selatan akan dihapuskan.

Sabtu, 25 Juli 2020 13:15 Editor : Dini Arining Tyas
Ringankan Beban Warga Selama Pandemi COVID-19, Pemprov Sumsel Bebaskan Denda Pajak Kendaraan
Ilustrasi membayar pajak (Liputan6.com)

OTOSIA.COM - Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan memberlakukan program penghapusan denda pajak kendaraan bermotor. Program itu akan mulai diberlakukan pada 1 Agustus 2020 dan berakhir 1 September 2020.

Gubernur Sumsel, Herman Deru mengungkapkan, pemutihan ini dilakukan karena menyadari banyak masyarakat yang terganggu pendapatannya akibat pandemi COVID-19. "Selama satu bulan mulai 1 Agustus kita berikan pemutinan denda pajak kendaraan bermotor. Silakan mengurus pajak yang telat bayar, tidak ada denda," ungkap Deru, Jumat (24/7/2020) disitat dari Merdeka.com.

Deru mengatakan, pemutihan pajak tak ada batasan waktu. Pajak kendaraan satu tahun, dua tahun atau seluruhnya tak akan dikenakan denda. "Baik yang terdampak atau lalai membayar silakan datang ke Samsat, semua golongan dibolehkan," ujarnya.

1 dari 1 Halaman

Menurut dia, masa pemutihan bisa saja diperpanjang jika antusiasme masyarakat dinilai cukup tinggi dan masih ada potensi bayar. Dirinya telah menginstruksikan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) untuk mengakomodir warga yang mengurus pajaknya.

"Untuk sementara satu bulan, nanti kita evaluasi lagi apakah diperpanjang atau tidak," kata dia.

Dikatakan, langkah Pemprov Sumsel tersebut untuk membantu masyarakat dan menstabilkan ekonomi Sumsel yang sempat merosot selama pandemi. Program ini juga digulirkan dalam rangka bulan HUT RI.

"Ke depan kami imbau masyarakat Sumsel tetap taat bayar pajak, jangan biarkan kendaraan mati mati atau tertunda bayar pajaknya," pungkasnya.

BERI KOMENTAR