HOME » BERITA » RINTANGAN DI PELATIHAN SAFETY RIDING, APA MANFAATNYA?

Rintangan di Pelatihan Safety Riding, Apa Manfaatnya?

Sepeda motor merupakan salah satu alat transportasi favorit bagi sebagian masyarakat Indonesia. Populasinya pun terus bertambah setiap tahun. Namun di sisi lain juga bisa berakibat tingginya resiko kecelakaan di jalan.

Minggu, 24 Februari 2019 10:15 Editor : Ahmad Muzaki
Rintangan safety riding (Otosia.com/Nazarudin Ray)

OTOSIA.COM -
Sepeda motor merupakan salah satu alat transportasi favorit bagi sebagian masyarakat Indonesia. Populasinya pun terus bertambah setiap tahun. Namun di sisi lain juga bisa berakibat tingginya resiko kecelakaan di jalan.

Banyak pengendara motor yang tidak memahami cara berkendara yang aman dan nyaman. Tidak heran baik agen pemegang merek, di level main dealer, hingga lembaga-lembaga road safety dan komunitas kerap menyelenggarakan pelatihan safety riding.

Secara umum, materi praktik pelatihan safety riding hampir sama, yakni slalom, pengereman, melewati papan titian, dan rintangan bergelombang.


Namun orang awam seringkali tidak tahu apa tujuan dari praktik dengan rintangan-rintangan tersebut. Hanya sekadar melewati dan menjalaninya, tanpa tahu apa kegunaannya dalam berkendara motor sehari-hari.

Menurut Divisi safety Riding PT Wahana Makmur Sejati (Wahana). Rintangan-rintangan tersebut sangat berguna ketika naik motor di jalan raya.

Misalnya, manfaat dari slalom adalah untuk melatih kemampuan, atau untuk menjaga irama keseimbangan tubuh saat menikung atau melalui jalan berliku. Dalam slalom ditekankan pentingnya pengontrolan bodi pengendara motor. Dalam pengertian ketika belok motor lebih mengikuti arah bodi pengendara setelah stang.

Sedangkan pelatihan melewati jalan titian, juga sama, yakni guna menjaga keseimbangan tubuh. Hanya saja praktik meniti papan titian lebih kepada melatih keseimbangan tubuh ketika melewati jalan-jalan sempit.

Ambil contoh di Jakarta, dimana pemotor sering melintas di antara sela-sela mobil. Ini perlu sekali agar pengendara motor tidak ceroboh, seperti stang menyenggol badan mobil atau spion mobil, bahkan menyenggol motor lain di sebelah.


Sementara manfaat pelatihan melalui rintangan gelombang adalah melatih keseimbangan tubuh saat melewati jalan yang tidak rata, bergelombang atau berlubang. Di sini, sebaiknya pengendara secara bersamaan menggunakan rem depan dan rem belakang secara konstan jika mengerem dan mengatur irama kecepatan.

Terkait pengereman, komposisi idealnya adalah 60:40. Artinya, menggunakan rem depan sebanyak 60% dan belakang 40%. Ini untuk menghindari terjadinya slip atau "ngebuang" pada salah satu roda ketika mengerem.

Bukan cuma latihan dengan rintangan. Bersamaan dengannya biasanya diajarkan pula mengatur kaki. Contohnya, saat di jalan, jangan menurunkan kaki kanan bila berhenti. Jika dalam posisi macet yang menyebabkan pengendara motor menurunkan kaki, biasakan menggunakan kaki kiri. Bila menurunkan kaki kanan, maka resiko kaki kanan tersambar pengendara lain (motor dan mobil) cukup besar. Karena posisi mendahului dalam lalu lintas di Indonesia berada di sebelah kanan.

Selain itu yang utama adalah pengecekan sepeda motor sebelum jalan. Dan pentingnya menjaga posisi tubuh atau menjaga keseimbangan tubuh, dan pengereman.


Agar aman dan nyaman naik motor, sebelum jalan pastikan kondisi tubuh dalam keadaan fit, cek semua komponen motor termasuk rem, pastikan semua kelengkapan berkendara seperti helm, jaket, sarung tangan dan sepatu. Bila sudah, jika berkendara pandangan harus fokus ke depan.

Motor dikatakan fit apabila rem berfungsi dengan baik, lampu-lampu termasuk lampu sen berfungsi dengan baik. Lalu tekanan ban juga sesuai dengan yang dianjurkan.

Selain itu, ada dua spion yang layak (bukan spion asal tempel), dalam artian spion yang bisa melihat dengan jelas kendaraan atau benda di belakang.

(kpl/nzr/ahm)

BERI KOMENTAR