HOME » BERITA » ROLLS-ROYCE PRIORITASKAN KEMEWAHAN, TEKNOLOGI URUSAN BELAKANGAN

Rolls-Royce Prioritaskan Kemewahan, Teknologi Urusan Belakangan

Mewah dan mahal sudah tak bisa lagi dipisahkan dari Rolls-Royce. Tapi mengapa mobil mewah pabrikan Inggris itu tampak masih belum sepenuhnya menggunakan sistem digital pada fitur-fiturnya?

Selasa, 22 September 2020 18:45 Editor : Dini Arining Tyas
Rolls-Royce Prioritaskan Kemewahan, Teknologi Urusan Belakangan
Rolls-Royce Ghost (Carbuzz)

OTOSIA.COM - Identitas mobil mewah sudah menjadi milik Rolls-Royce. Begitu mendengar nama merek mobil asal Inggris itu disebut, sudah bisa dipastikan bahwa pemiliknya adalah orang berduit.

Rupanya, Rolls-Royce memang memprioritaskan kemewahan dan kecanggihan. Meski menjadi mobil termahal dan termewah di pasar otomotif saat ini, Rolls-Royce bukanlah mobil yang mengedepankan teknologi.

Menurut Zing, hanya beberap amodel Ghost terbaru saja yang memiliki teknologi seperti lane departute warning, Wi-Fi broadcasting, atau bahkan self-parking. Kokpit Ghost atau model Rolls-Royce terbaru masih memiliki tombol-tombol fisik.

1 dari 2 Halaman

Rolls-Royce Prioritaskan Kemewahan, Teknologi Urusan Belakangan

Tapi perlu diketahui itu dikerjakan menggunakan kombinasi interior berkualitas tinggi dan pengerjaan yang canggih. Rolls-Royce juga menyebut tidak takut membekali mobilnya dengan teknologi baru.

Bahkan Rolls-Royce pernah menghabiskan waktu lebih dari 10.000 jam hanya untuk menyempurnakan bagian depan Ghost. Hanya saja, untuk mendigitalkan seluruh bagian mobil, Rolls-Royce disebut belum siap.

Desainer utama, Alex Innes mengatakan bahwa Rolls-Royce selalu lambat dalam mengadopsi teknologi baru. "Bagi kami, teknologi hanyalah tentang memperdalam pengalaman yang diharapkan pelanggan dari Rolls-Royce super mewah," kata Alex Innes di Coachbuild kepada Autocar.

2 dari 2 Halaman

Alasan itulah yang membuat Rolls-Royce belum memulai menggunakan layar sentuh. Dia juga mencontohkan Phantom dan Ghost baru sebagai bukti transformasi teknologi Rolls-Royce yang lambat dibandingkan kompetitor.

"Digitalisasi membuka peluang besar dan memperdalam kemampuan mempersonalisasi mobil. Kami tidak akan mengikuti teknologinya, tetapi hanya mengembangkannya agar sesuai dengan merek mobil," tegas Alex.

BERI KOMENTAR