HOME » BERITA » RON BBM RENDAH BISA RUSAK MESIN MOBIL KELUARAN BARU

RON BBM Rendah Bisa Rusak Mesin Mobil Keluaran Baru

Banyaknya pilihan bahan bakar minyak (BBM) membuat otolovers harus lebih selektif. Apalagi jika mobil milik otolovers adalah mobil keluaran baru.

Selasa, 26 Juni 2018 20:45 Editor : Dini Arining Tyas
Foto by Liputan6.com

OTOSIA.COM - Banyaknya pilihan bahan bakar minyak (BBM) membuat otolovers harus lebih selektif. Apalagi jika mobil milik otolovers adalah mobil keluaran baru.

Sebab, tak semua BBM sesuai dengan spesifikasi mesin. Pendiri Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), Sony Sumana menyampaikan bahwa kendaraan keluaran baru hanya cocok memakai BBM beroktantinggi, yakni minimaloktannya 92 seperti Pertamax.

"Kalau kendaraan dipaksa memakai BBMyang tidak sesuai rekomendasi pabrikan maka mesin akan rusak. Apalagi kendaraan keluaran baru dilengkapi dengan Engine Control Unit (ECU). Komponen tersebut diseteluntuk BBM oktan tertentu," kata Sony, Sabtu (23/6/2018).

Seperti diketahui, Indonesia melali Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, telah menerapkan standar emisi Euro-4, yang mana industri otomotif wajib memproduksi kendaraan yang sesuai dengan standar emisi tersebut.

Jika konsumen tetapmemakai BBM RON rendah apalagi di bawah 90 tentu berisiko bagi mesin. Terkait tingkat kecepatan terjadinya kerusakan, menurut Sony, tidak sama antara berbagai jenis mobil.

Ia mengatakan kendaraan mewah yang dilengkapi teknologi canggih, kerusakannya dapat terjadi lebih cepat, yaitu dalam hitungan bulan.

"Sedangkan kendaraan yang lebih murah, kerusakan lebih lambat yaitu hitungan tahun," katanya.

Bahkan segala jenis mobil bisa muncul gejala knocking pada mesin mobil yaitu mesin menggelitik bisa masih memakai BBM oktan rendah.

"Kalau terus pakai BBM beroktan rendah, akan munvulkerak pada ruang bakar juga. Itu dampak paling rigan,yang terparah, kalau bukan pistonnya yang jebol, ya stang sehernya yang kena," lanjutnya.

Sebelumnya, pakar otomotif Institut Teknologi Bandung (ITB) Tri Yuswidjajanto Zaenuri juga mengingatkan masyarakat agar menggunakan BBM RON 92 ke atas.

"Sejak 2003, teknologi mesin kendaraan sudah tidak cocok lagi dengan BBM RON rendah seperti Premium. Yang sesuai bagi mesin adalah BBM dengan RON tinggi," kata Tri.

Menurutnya, BBM oktan rendah berdampak terhadap kinerja kendaraan yang tidak optimal. Misalnya, tenaga yang rendah, akselerasi yang tidak optimal, dan tidak kuat di medan tanjakan.

Sumber: Liputan6.com

(kpl/tys)

BERI KOMENTAR