HOME » BERITA » RUGI RP 3,2 MILIAR GARA-GARA URUSAN LUBRIKASI

Rugi Rp 3,2 Miliar Gara-Gara Urusan Lubrikasi

Jum'at, 19 Mei 2017 22:15

Rugi Rp 3,2 Miliar Gara-Gara Urusan Lubrikasi
Foto: Shell
Editor : Fitradian Dhimas | Reporter : Dimas Wahyu

Otosia.com - Sebuah studi melibatkan 181 responden yang dipaparkan oleh Shell Lubricants menunjukkan sebanyak 96% perusahaan pertambangan telah melaporkan berhentinya pengoperasian mesin di luar rencana dalam tiga tahun terakhir ini.

Lebih dari setengahnya (56%) mengakui bahwa hal ini disebabkan oleh ketidaktepatan dalam pemilihan atau pengelolaan pelumas. Kejadian ini tentu saja berdampak langsung pada keuangan perusahaan, terutama di saat daya saing biaya menjadi prioritas banyak perusahaan pertambangan.

Kristina Unterberger, Mining Sector Marketing Manager PT Shell Indonesia mengatakan, banyak pebisnis pertambangan yang tidak menyadari bahwa beberapa faktor kritis dari operasional dapat dipengaruhi secara signifikan oleh faktor pengelolaan pelumas.

“Empat puluh persen perusahaan yang berpartisipasi dalam riset ini menyatakan bahwa mereka harus menanggung biaya lebih dari dari US$250 ribu (kira-kira Rp 3,2 miliar) dalam tiga tahun dari penghentian mesin akibat proses lubrikasi yang tidak efektif. Hal ini menggambarkan berapa potensi keuntungan yang bisa diraih jika mereka melakukan kerjasama yang erat dengan produsen pelumas seperti Shell Lubnicants untuk meningkatkan kinerja peralatan/mesin yang mereka miliki,” ujar Kristina.

Lebih jauh, sebuah studi yang dilakukan Shell Lubricants pada 2015 terhadap perusahaan pertambangan di Asia, Eropa, dan Amerika menunjukkan bahwa banyak perusahaan pertambangan secara signifikan mengabaikan potensi penghematan yang dapat diraih dari proses pelumasan yang efektif. Hanya 60 persen saja yang mengetahui bahwa mereka dapat mengurangi biaya hingga lebih dari 5 persen, dan kurang dari 10 persen yang menyadari bahwa dampak penghematan dari pelumas bisa mencapai 6 kali lebih besar.

Untuk industri di Indonesia sendiri, total potensi penghematan yang telah dihasilkan sebagai bentuk nilai tambah yang Shell berikan kepada pelanggan dalam kurun waktu enam tahun mencapai angka USD 6 juta atau rata-rata USD 1 juta setiap tahunnya.

Kristina mengatakan bahwa pihaknya terus menjalin kerja sama dengan para pebisnis di sektor pertambangan yang ada di Indonesia. Salah satunya melalui forum “Shell Mining Technology Seminar” yang mengusung tema “Unlocking Your Efficiency”, 17 Mei 2017 di Bali.

“Melalui forum ini, kami ingin menyampaikan pesan bahwa Shell Lubricants Indonesia senantiasa memiliki komitmen untuk menjalin kerjasama yang erat dan dalam jangka panjang dengan para pelaku bisnis di sektor pertambangan. Kami percaya bahwa dengan kerjasama yang erat, kami dapat membantu mitra bisnis kami di industri pertambangan, memahami kebutuhannya sekaligus meningkatkan kinerja bisnis seperti yang ditargetkannya,” tambah Kristina.

Dalam forum ini, selain memperkenalkan rangkaian produk pelumas Shell Lubricants yang sangat lengkap untuk industri pertambangan di Indonesia, Shell juga memberikan beberapa contoh sukses dari kerja sama yang telah mereka jalin dengan para pelanggannya di negara lain, termasuk di Indonesia dalam studi kasus penggunaan produk pelumas Shell untuk industri pertambangan.

Sebagai contoh, dalam kerjasama antara Shell Lubricants Indonesia dan PT Thiess Contractors Indonesia, Shell Lubricants telah mampu mengidentifikasi adanya potensi penghematan sebesar USD 320 ribu dengan penggunaan pelumas Shell Gadus S3 V460D 2 selama empat tahun.

Selain itu, untuk memberikan informasi yang lebih mendalam mengenai banyaknya potensi penghematan biaya yang dapat dilakukan oleh pelaku bisnis pertambangan, Shell Lubricants menerbitkan sebuah laporan resmi mengenai bagaimana pelaku bisnis pertambangan dapat meningkatkan keuntungan melalui praktek pelumasan yang efektif, dimulai dengan pemilihan pelumas yang tepat untuk setiap aplikasi, dan bagaimana mengatur penggunaan pelumas dengan baik.

(kpl/why/fdk)







Daftarkan email Anda untuk berlangganan berita terbaru Kami

APA PENDAPAT ANDA ?

2017-5-22
detail

BERITA POPULER