HOME » BERITA » SAAT DI RUMAH, YUK BELAJAR MEMERIKSA BUSI SENDIRI

Saat di Rumah, Yuk Belajar Memeriksa Busi Sendiri

Belajar memeriksa busi kendaraan sendiri dapat mengusir kebosanan selama berada di rumah untuk menghindari virus corona,

Rabu, 01 April 2020 12:15 Editor : Nazarudin Ray
Saat di Rumah, Yuk Belajar Memeriksa Busi Sendiri
Ilustrasi memeriksa busi sendiri (Nazar Ray)

OTOSIA.COM - Tetap berada di rumah merupakan salah satu upaya yang bijak untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona (COVID-19). Tapi selama berada di rumah bukan berarti kita terus berdiam diri, yang ada justru makin membosankan.

Nah biar tidak bosan, mengutak-atik tunggangan atau memeriksa komponen kendaraan dapat dilakukan sambil mengisi waktu kosong. Misalnya dengan memeriksa dan membersihkan busi kendaraan.

Bagi pemilik motor memeriksa busi relatif gampang dilakukan daripada mobil karena tidak banyak kompartemen yang harus dibuka.

"Peralatan yang dibutuhkan cukup sederhana, hanya membutuhkan kunci standar untuk membuka kompartemen, kunci busi sesuai dengan kendaraan masing-masing, serta tambahan kaca pembesar untuk melihat seberapa kerusakan busi kita," buka Diko Oktaviano, Technical Support PT Busi NGK Indonesia.

1 dari 2 Halaman

Menurut Diko, busi yang sudah dibuka dapat langsung dicek dengan menggunakan kaca pembesar untuk dilihat gejalanya. Gejala-gejala seperti carbon fouling, overheat, corona stain, flash over bahkan keausan normal pun bisa kita lihat secara jelas.

"Secara normal pemakaian busi biasanya akan mengalami pengerakan karbon ataupun tingkat keausan tinggi. Kalau sudah seperti ini penggantian busi menjadi alternatif pilihan yang terbaik dibandingkan membersihkannya," beber Diko.

2 dari 2 Halaman

Ketika proses membersihkan busi juga jangan asal. Ada hal-hal yang harus diperhatikan. Misalnya jika hanya membersihkan kerak kotoran yang menempel cukup menggunakan penetran pembersih kampas rem saja, kemudian di bersihkan menggunakan kain.

"Tidak disarankan membersihkan menggunakan amplas ataupun benda tajam seperti sikat kawat," imbuhnya.

Namun apabila karbon sudah memenuhi seluruh permukaan elektroda dan insulator maka tidak ada jalan lain selain mengganti busi lama dengan yang baru.

"Ini membantu mengembalikan performa busi menjadi seperti baru agar kenyamanan dan keamanan berkendara menjadi lebih terjamin," pungkasnya.

BERI KOMENTAR