HOME » BERITA » PPNBM TAK HANYA DORONG PENJUALAN MOBIL, TAPI JUGA TARIK INVESTOR

PPnBM Tak Hanya Dorong Penjualan Mobil, Tapi Juga Tarik Investor

Saat penjualan mobil naik pasca diskon PPnBM, Gaikindo berharap pabrik otomotif tetap diperbolehkan beroperasi dengan menjalankan protokol kesehatan yang ketat.

Sabtu, 21 Agustus 2021 21:15 Editor : Nazarudin Ray
PPnBM Tak Hanya Dorong Penjualan Mobil, Tapi Juga Tarik Investor
Ilustrasi Mitsubishi Xpander baru keluar dari pabrik (Otosia.com/Nazar Ray)

OTOSIA.COM - Geliat industri otomotif lesu sejak terjadinya pandemi COVID-19. Pemerintah pun mengambil langkah untuk menggairahkan sektor otomotif melalui relaksasi Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM).

Rupanya, tak hanya mengembalikan situasi, adanya PPnBM juga disebut bisa menarik para investor di sektor otomotif. "Apakah insentif ini bisa jadi menarik, jawabannya pasti iya. Sebab yang namanya industri otomotif tumbuh, maka bisa memproduksi sesuai dengan kapasitas," ujar Ketua I Gaikindo,Jongkie Sugiarto, dalam webinar bertajuk 'Evaluasi Dampak Program Relaksasi PPnBM DTP Kendaraan Bermotor', Kamis (19/8/2021).

Kpasitas produksi kendaraan mencpai 1,3 juta hingga 1,4 juta ketika situasi normal. Namun angka itu merosot drastis menjadi 700 ribu sampai 800 ribu saja ketika pandemi.

1 dari 2 Halaman

Lalu, dengan adanya diskon pajak, perlahan permintaan pun meningkat. Sehingga produksi tetap berjalan. Jumlah produksi pun otomatis ikut terdongkrak. Beruntung, sebab produksi bisa berjalan di tengah pandemi karena adanya Izin Operasional dan Mobilisasi Kegiatan Industri (IOMKI).

"Untuk industri Kementerian Perindustrian punya yang namanya IOMKI. Industri dianggap penting boleh menjalankan, tidak berhenti selama PPKM. Thailand sendiri sempat harus tutup pabrik. Kita tidak tutup pabrik tapi protokol ketat," kata dia.

 

2 dari 2 Halaman

Dengan industri tetap berjalan, prinsipal bisa melihat hawa positif ini sehingga juga menimbulkan kepercayaan mereka dan melihat bahwa Indoneia menangani industri otomotif dengan baik.

"Yang penting jangan sampai yang hanya diproduksi di Indonesia berhenti. Isuzu Traga, Mitsubishi Xpandrer Suzuki Ertiga, Agya-Ayla. Kami optimis para prinsipal cukup puas dengan kinerja pemerintah Indonesia dalam menangani pandemi sehingga mereka betah di Indonesia," ujarnya.

BERI KOMENTAR