HOME » BERITA » SAFETY RIDING: BEGINI PENJELASAN LOW SPEED BALANCE

Safety Riding: Begini Penjelasan Low Speed Balance

Melewati jalan yang sempit dan berkelok butuh kemampuan berkendara yang baik. Salah satunya bisa menggunakan teknik Low Speed Balance.

Senin, 25 Februari 2019 22:15 Editor : Dini Arining Tyas
Pelatihan safety riding (Wahana)

OTOSIA.COM - Meski secara teknis sepeda motor sudah siap namun terkadang situasi jalan susah diprediksi. Alhasil ancaman terhadap keselamatan jalan tetap menghantui. Teknik-teknik bermotor pun terus berkembang untuk mengantisipasi hal tak terduga di jalan.

Bagi mereka yang sehari-hari mengandalkan sepeda motor, termasuk kaum jurnalis yang mengandalkan roda dua untuk berburu berita, juga dituntut untuk lebih menguasai teknik bermotor yang kini sudah jauh lebih berkembang.

Satu teknik bermotor yang kini perlu dipahami adalah gabungan dari berkendara menggunakan motor matic, balap, motor sport, hingga trail. Manfaatnya sangat besar dalam mengantisipasi hal-hal yang kemungkinan jadi bahaya di jalan.

Teknik safety riding inilah yang kemudian dijalankan Honda untuk melatih kemampuan pemotor yang datang dari beragam kalangan, termasuk instruktur safety riding Honda sendiri.

Pelatihan safety riding (Wahana)

Teknik kombinasi melatih kemampuan tersebut merupakan hal terbaru yang diciptakan oleh para master safety riding Honda di Jepang dan baru diterapkan Honda Indonesia dalam beberapa bulan belakangan.

Metode safety riding baru tersebut dinamakan low speed balance. Inilah yang lalu diajarkan kepada para jurnalis di Safety Riding Training Center PT Wahana Makmur Sejati (Wahana) Jatake, Tangerang pada Senin (25/2/2019).

Lantas apa itu low speed balance? Low speed balance merupakan praktik yang mengutamakan keseimbangan dan kelincahan menjaga keseimbangan badan saat berkendara dengan lekukan jalan sempit dan tajam.

Praktek tersebut mengandung beberapa keseimbangan seperti line with (kepala sejajar dengan badan saat menikung), line in (posisi badan kedalam saat menikung tajam) dan line out (menyeimbangkan badan keluar saat berbelok).

"Selain sikap badan, pada praktik ini diperlukan juga teknik gas dan kopling, khususnya motor tipe sport yang pas. Jadi ini merupakan teknik baru dalam safety riding, lebih sulit dari materi safety riding yang biasa diajarkan, karena diajarkan kombinasi sekaligus antara balap, naik matic, motor sport, sampai motocross, termasuk mengantisipasi blind spot. Manfaatnya besar sekali dalam keseharian," terang Head of SRP Wahana, Agus Sani.

Tidak heran jika dalam praktik safety riding ini para awak media diajak langsung praktik menggunakan beragam jenis tipe sepeda motor Honda, dengan tingkat rintangan yang jauh lebih sulit dari materi safety riding sebelumnya. Yakni dengan jalur sempit meliuk, tidak jauh lebih lebar dari ukuran motor, ditambah halangan gundukan besi pada titik tikungan sempit. Tidak heran jika peserta yang jatuh bangun karena saking sulitnya mengontrol keseimbangan motor dan badan.

"Mungkin hal ini bukan hal baru lagi bagi rekan media, namun dalam ajang ini kami ingin kembali mengingatkan dan menyegarkan paham berkendara aman kepada rekan media. Karena, banyak kegiatan pencarian berita menggunakan sepeda motor," ujar Group Head of Corporate Communication Wahana, Taryudin

(kpl/nzr/tys)

BERI KOMENTAR