HOME » BERITA » SAKING BANYAKNYA MEREK MOBIL LISTRIK, PEMERINTAH CHINA IKUT DIBUAT PUSING

Saking Banyaknya Merek Mobil Listrik, Pemerintah China Ikut Dibuat Pusing

Saat ini setidaknya ada 300 merek mobil listrik di China. Menanggapi angka yang cukup tinggi itu, pemerintah Negeri Tirai Bambu membuat regulasi baru.

Sabtu, 18 September 2021 12:15 Editor : Arendra Pranayaditya
Saking Banyaknya Merek Mobil Listrik, Pemerintah China Ikut Dibuat Pusing
Kumpulan mobil listrik Baojun E100 (© BloombergQuint/Qilai Shen)

OTOSIA.COM - Sejak beberapa tahun terakhir produsen otomotif dunia serius menggarap dan memasarkan kendaraan listrik. Indonesia pun kemudian mencoba mengikuti dengan mempercepat pengembangan kendaraan listrik d tanah air.

Jika Indonesia baru memulai era eliktrifikasi kendaraan, lain halnya dengan China. Kendaraan listrik di Negeri Trai Bambu justru membludak. Saking banyaknya kendaraan listrik yang beredar dari beragam merek membuat pemerintah China pusing.

1 dari 4 Halaman

Banyak merek

Mengutip fortune.com, Jumat (17/9/2021),di negara China terlalu banyak merek mobil listrik. Dari skala industri otomotif besar hingga perusahaan kecil memproduksi kendaraan listrik. Sebagian diantaranya bangkrut akibat kalah bersaing.

"Kedepan, perusahaan mobil listrik harus menjadi besar dan lebih kuat. (Saat ini) kami mempunyai terlalu banyak perusahaan mobil listrik, banyak yang masih kecil (ukuran pabriknya) dan tersebar," ungkap Xiao Yaqing, Menteri Perindustrian dan Teknologi Informasi China.

Pertumbuhan industri kendaraan listrik yang begitu cepat dan†massive†di China dipicu pemberian relaksasi pajak perusahaan dan subsidi mobil listrik. Peraturan yang telah diterapkan sejak tahun 2010 dimaksudkan untuk mendongkrak penjualan mobil listrik di China.

Mobil listrik ORA Lightning Cat (indianautosblog.com)

2 dari 4 Halaman

Bangkrut

Setidaknya ada 300 merek mobil listrik di Tiongkok saat ini. Lantaran jumlahnya dinilai terlalu banyak, pemerintah China berencana menutup perusahaan-perusahaan atau industri otomotif berskala kecil. Mereka diminta untuk bergabung dengan†brand†otomotif yang lebih besar.

"Kami mendukung (perusahaan mobil listrik kecil) untuk†merger†dan†restructuring efforts†di sektor kendaraan listrik untuk lebih meningkatkan fokus pasar," tutur Xiao.

Selain itu pemerintah Pemerintah China telah menetapkan standar kapasitas produksi. Jika sebuah perusahaan dinilai tidak memenuhi standar tersebut, maka dilarang untuk membangun pabrik.

3 dari 4 Halaman

Saham mobil listrik turun

Setelah pernyataan Xiao Yaqing mengenai regulasi produksi, saham pada sejumlah merek mobil listrik di China turun. Sebagai contoh, saham BYD turun 4,4%, lalu Li Auto melorot 1,68% dan terakhir XPeng juga merosot 1,68%.

Meski mengalami penurunan saham, ketiga merek tersebut tetap tergolong sebagai perusahaan mobil listrik besar di Tiongkok. Kedepannya, posisi mereka akan lebih menguntungkan dibandingkan dengan perusahaan yang baru saja merintis produksi kendaraan listrik.

"Saya tidak kaget jika banyak saham turun, tetapi secara keseluruhan saya melihat tiga produsen mobil listrik terbesar di Cina, Nio, Li Auto, dan XPeng, lebih menguntungkan dalam jangka panjang," tutup Tu Le, Founder and CEO of Auto Industry Consultancy, Sino Auto Insights.

4 dari 4 Halaman

BERI KOMENTAR