HOME » BERITA » SALAH ISI BAHAN BAKAR MESIN DIESEL DENGAN BENSIN, APA YANG HARUS DILAKUKAN?

Salah Isi Bahan Bakar Mesin Diesel dengan Bensin, Apa yang Harus Dilakukan?

Bahan bakar kendaraan disesuaikan dengan jenis mesin. Salah mengisi BBM bisa berakibat fatal pada mesin.

Rabu, 23 Juni 2021 19:45 Editor : Arendra Pranayaditya
Salah Isi Bahan Bakar Mesin Diesel dengan Bensin, Apa yang Harus Dilakukan?
Salah isi bahan bakar bisa berakibat buruk pada mesin (Hyundai Indonesia)

OTOSIA.COM - Jenis bahan bakar kendaraan dikategorikan sesuai dengan jenis mesin, ada bensin dan diesel. Dua jenis bahan bakar tersebut memiliki kelebihan dan kelamahan masing-masing. Namun yang perlu diketahui oleh para pemilik mobil adalah jangan sampai salah isi bahan bakar.

Salah pengisian BBM bisa saja terjadi secara tidak sengaja. Contohnya, bagi yang memiliki lebih dari satu mobil dengan jenis mesin yang berbeda atau atau saat mobil dipinjamkan ke kerabat dan diisi bahan bakar yang tidak tepat.

Melansir Hyundai Mobil Indonesia, Rabu (12/06/2021), kesalahan yang terlihat sepele ternyata bisa berakibat fatal. Dengan sifat pembakaran berbeda, salah memasukkan bahan bakar dapat merusak mesin. Bensin sangatlah mudah terbakar, sedangkan diesel sulit untuk dibakar karena membutuhkan tekanan dan suhu ekstrem.

1 dari 3 Halaman

Diesel juga beroperasi sebagai pelumas mesin itu sendiri, sedangkan bensin tidak. Sebaliknya, bensin akan meningkatkan gesekan pada bagian internal mesin diesel. Hal tersebut pastinya akan membuat kerusakan.

Jika terjadi kesalahan isi, Hyundai menyarankan untuk segera menguras tangki secara total. Langkah itu harus dilakukan supaya tidak terjadi pencemaran pada saat pembakaran.

Sangat tidak disarankan untuk menyalakan mesin apabila BBM di mobil tidak sesuai. Memutar kunci mobil dapat mencemari sistem bahan bakar, seperiti pada fuel pumpfuel lines, injektor dan bagian mesin lainnya. 

2 dari 3 Halaman

Salah Isi Bahan Bakar Mesin Diesel dengan Bensin, Apa yang Harus Dilakukan?

Bahaya Pakai Oli Mesin Diesel untuk Motor Matik

Belakangan muncul fenomena aneh, yakni penggunaan oli mesin diesel untuk motor matik. Padahal penggunaan oli mesin seharusnya menyesuaikan dengan jenis mesin.

Dilansir dari Liputan6.com, penggunaan oli mesin diesel untuk motor matik diyakini mampu membersihkan komponen yang bergesekan dengan lebih baik dan menghasilkan performa yang lebih baik juga. Tapi apakah tidak menimbulkan efek lain?

Technical Specialist PT Pertamina Lubricant, Agung Prabowo menjelaskan, aditif yang dicampurkan dengan oil base disesuaikan dengan kebutuhan mesin yang ada. Jadi, oli mesin diesel bisa dikatakan tidak cocok dengan motor matik yang menggunakan bahan bakar bensin.

"Motor yang berbahan bakar bensin akan menggunakan bahan bakar yang sulfurnya lebih rendah, sehingga desain pelumasnya juga menyesuaikan," jelas Agung saat memberikan materi saat touring Journalist Max Community, beberapa waktu lalu.

 

 

3 dari 3 Halaman

Bikin mesin rusak

Seperti diketahui, bahan bakar diesel memiliki kandungan sulfur lebih tinggi dibanding bensin. Jadi, oli khusus mesin diesel ini memang membutuhkan aditif untuk menetralisir asam yang berbentuk dari pembakaran bahan bakar bersulfur tinggi, agar tidak menimbulkan korosi di mesin.

Di dalam zat aditif tersebut, ada jenis deterjen dalam oli khusus mesin diesel yang mengandung unsur logam yang apabila berlebihan dapat menimbulkan kerak logam di ruang mesin.

Kerak tersebutlah yang akan menimbulkan masalah di mesin, dalam jangka waktu cepat atau lambat.

"Efeknya bisa saja terlihat dua atau tiga tahun pemakaian, misalnya saat mesin sudah terasa ngempos kompresinya. Paling pas, adalah harus menggunakan oli yang sesuai dengan spesifikasi kendaraan," pungkasnya. 

BERI KOMENTAR