HOME » BERITA » SALAH PASANG BUSI, MESIN BISA AMBYAR DAN KELUAR KOCEK JUTAAN

Salah Pasang Busi, Mesin Bisa Ambyar dan Keluar Kocek Jutaan

Salah memasang tipe busi sepeda motor bisa berakibat fatal. Piston dan klep bisa menghajar busi, akibatnya motor akan overhaul atau turun mesin.

Senin, 28 September 2020 07:15 Editor : Nazarudin Ray
Salah Pasang Busi, Mesin Bisa Ambyar dan Keluar Kocek Jutaan
Ilustrasi busi sepeda motor (Nazar Ray)

OTOSIA.COM - Salah memasang busi bisa berakibat fatal pada kantong. Bahkan nilainya bisa mencapai jutaan rupiah akibat turun mesin. Agar mesin dan kocek tidak ambyar dianjurkan untuk memilih busi sesuai spesifikasi kendaraan.

Kesalahan memasang busi juga bisa terjadi saat pemilik motor melakukan servis di bengkel. Misalnya, ketika bengkel tidak menyediakan busi yang sesuai spesifikasi. Akhirnya dipasang busi yang tipenya tidak sesuai dengan motor.

"Pada saat kita mau servis, bengkel kasih busi belum tentu sesuai spesifikasi, dalam artian tidak sesuai dengan mesin yang kita pakai. Terkadang bengkel tidak tahu busi motor kita. Misalnya tipe mesin A dipakai busi B, atau sebaliknya. Sebenarnya bengkel bukan asal pasang, tapi kebetulan stok yang ada di bengkel itu yang dikasih ke motor kita," buka Diko Oktaviano, Tehcnical Support NGK Busi Indonesia.

1 dari 4 Halaman

Contohnya, Yamaha Mio injeksi tipenya adalah busi pendek, yang berkode NGK CR6HSA. Kode busi ini selain untuk Mio Series juga untuk Yamaha Fino, X-Ride, Freego 125, Vega Force dan Jupiter Z1.

Jika dipasang maka tidak ada masalah karena bagian elektroda busi keluar sedikit di dalam ruang bakar. Artinya si busi dapat memercikkan api dengan maksimal karena si piston berada di jarak bebas.

Menurut Diko, dalam banyak kasus, mesin busi pendek (NGK CR6HSA) dipasang tipe busi panjang (CPR6EA-9). Tipe busi panjang biasanya banyak dipasang di motor bebek atau cub. Ketika dipasang maka bagian elektroda busi terlalu masuk ke dalam ruang bakar.

 

2 dari 4 Halaman

"Efeknya akan terjadi benturan. Si piston akan bergerak menabrak kepala busi. Selain itu ada klep atau valve bergerak, dia akan mengahjar ujung elektroda kepala busi juga, maka akan patah dan pembakaran tidak maksimal," ungkapnya.

Selain itu, lanjut Diko, busi juga akan menghantam bagian lain di mesin. Akibatnya terjadi adalah overhaul engine.

"Jika begini, maka mesin harus dibongkar total, istilah bengkelnya turun mesin. Akhirnya banyak komponen yang harus diganti dan bisa menguras kantong jutaan gara-gara busi yang harganya hanya belasan ribu," tukasnya.

 

3 dari 4 Halaman

"Sebaliknya, mesin dengan busi panjang dipakaikan busi pendek. Yang terjadi kepala busi akan masuk ke dalam area silinder tidak menghantam piston karena jarak bebas, tapi pembakaran tidak terjadi diruang bakar," ujarnya

Penjelasan lain, motor bebek memakai tipe busi panjang, maka ketika dipasang akan lebih menjorok ke luar di ruang bakar namun valve tidak menabrak ujung busi. Ini artinya sudah sesuai dengan spesifikasi.

"Jika motor bebek dengan tipe busi panjang dipasangkan busi tipe pendek, maka dia tidak menjorok ke luar. Harusnya pembakaran ada di ruang bakar, tapi ini pembakaran malah terjadi di dalam lubang busi. Ini justru paling banyak kejadian di bengkel berdasarkan hasil survey kita," paparnya.

 

 

4 dari 4 Halaman

Namun demikian tidak berarti motor injeksi businya tipe pendek, tergantung spesifikasi yang dilakukan oleh pabrikan motor.

"Jadi selalu perhatikan buku manual. Atau kalau mau tahu busi yang tipenya sama dengan sepeda motor bisa dicek di website NGK kita, disitu ada katalog lengkap busi yang sesuai tipe motor," tutupnya.

BERI KOMENTAR