HOME » BERITA » SALAH PASANG BUSI NON-RESISTOR DI MOBIL INJEKSI

Salah Pasang Busi Non-Resistor di Mobil Injeksi

Senin, 12 Februari 2018 09:23 Editor : Cornelius Candra
Foto : Arsip Otosia.com

OTOSIA.COM - Salah pasang busi di mobil berinjeksi rupanya bisa berefek fatal. Pasalnya, jenis kendaraan ini seharusnya menggunakan busi yang dilengkapi resistor.

Mengapa demikian, hal ini bisa ditilik dari cerita mereka yang merupakan generasi pengguna Kijang karburator saat menghadapi bunyi aneh ketika mobil melaju. Ini terjadi ketika mobil tersebut dipasangi headunit dan pengendara atau penumpang di dalamnya membawa handphone.

"Pada Kijang lama, pasang head unit, dan bawa handphone. Itu kan kendaraan non-ECU dan bukan injeksi. Itu pasti ada gangguan sinyal handphone det-det-det-det...." kata Diko Oktaviano, Aftermarket Technical Support PT NGK Busi Indonesia.

Ia menjelaskan bahwa yang terjadi adalah adanya gelombang elektromagnet yang bersifat liar dari benda-benda elektronik. Pada kinerja mesin mobil modern yang mengandalkan ECU, sinyal gelombang elektromagnet liar itu bisa mempengaruhi ECU karena perannya sebagai penangkap sinyal dari sejumlah perangkat di mobil.

"ECU kan ada komunikasi antara sensor, ECU, kemudian komponen. Di situ ada sinyal, gelombang elektromagnet, yang tidak terkontrol," ujarnya.

Kebingungan sinyal itu tidak ayal membuat pengguna melakukan setting ulang ECU. Inilah yang kemudian rentan mengganggu fungsinya.

Gelombang elektromagnet liar itu sendiri seharusnya bisa ditangani oleh resistor pada busi. Maka dari itu, pengguna mobil ECU seharusnya memastikan penggunaan busi yang sudah memiliki resistor.

 (kpl/why/nzr/crn)

BERI KOMENTAR