HOME » BERITA » SALAH PILIH JALUR, PENGGUNA SEPEDA BISA KENA DENDA ATAU MASUK PENJARA

Salah Pilih Jalur, Pengguna Sepeda Bisa Kena Denda atau Masuk Penjara

Diharapkan, dengan adanya jam operasional jalur sepeda ini masyarakat dapat memanfaatkannya sesuai jadwal yang telah ditentukan.

Jum'at, 19 Juni 2020 17:15 Editor : Ahmad Muzaki
Salah Pilih Jalur, Pengguna Sepeda Bisa Kena Denda atau Masuk Penjara
Pengendara sepeda motor melintasi jalur khusus sepeda di Jalan Fatmawati Raya, Jakarta, Rabu (22/1/2020). Kurangnya penerapan sanksi menyebabkan jalur khusus bagi pesepeda tersebut tidak steril dari kendaraan bermotor. (Liputan6.com/Immanuel Antonius)

OTOSIA.COM - Jam operasional jalur sepeda sementara (pop up bike lane) Sudirman-Thamrin pada pagi dan sore hari. Hal tersebut sudah diatur Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya dan Dinas Perhubungan DKI Jakarta. Kemudian jika ada pelanggar yang keluar jalur saat berkendara akan dikenai tilang.

"Jalur sepeda ini akan kita gelar pada pagi hari dan sore hari," kata Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo saat meninjau jalur sepeda di depan fX Sudirman, Jakarta, seperti dilansir Liputan6.com dari Korlantas Polri.

Pengaturan jalur sepeda akan dilaksanakan Senin hingga Jumat pagi, mulai pukul 06.00-08.00 WIB dan sore pukul 16.00-18.00 WIB. Untuk Sabtu pagi pukul 06.00-10.00 WIB dan sore pukul 16.00-19.00 WIB.

Sedangkan hari Minggu pagi akan disesuaikan dengan car free day dan sore pada pukul 16.00-19.00 WIB. Pada rentang waktu setelah jam operasional, jalanan akan dimaksimalkan untuk kendaraan roda dua dan roda empat.

"Nah, di sela-sela jam itu, maka cone-cone-nya kemudian dipinggirkan, terutama di hari kerja arus lalin masih cukup deras," tuturnya.

1 dari 2 Halaman

Jam Operasional

Diharapkan, dengan adanya jam operasional jalur sepeda ini masyarakat dapat memanfaatkannya sesuai jadwal yang telah ditentukan.

"Karena pengamatan sampai 3 hari kemarin dan hari Minggu kemarin masih ada banyak pengendara sepeda yang dia tidak masuk kepada jalur sepeda tersebut tapi malah ambil jalur tengah nyelip-nyelip di antara kendaraan, tentu ini sangat berbahaya," kata Sambodo.

"Dan kalau pesepeda tersebut alami kecelakaan bukan di jalur sepeda, maka kita bisa saja memperhitungkan belum tentu ini penabraknya yang salah, bisa saja yang salah itu si pesepeda. Tapi kalau dia bersepeda di jalurnya, itu bisa kita sampaikan yang salah buka pesepedanya. Ini mohon jadi perhatian teman-teman komunitas sepeda supaya memanfaatkan komunitas jalur sepeda yang kita siapkan," tuturnya.

2 dari 2 Halaman

Hukuman Pelanggar

Lebih lanjut, Dirlantas tambahkan jika ada pesepeda yang keluar jalur maka akan dikenai tilang. Namun sanksi ini diberlakukan setelah adanya sosialisasi dari pihak terkait.

"Jadi sebetulnya kalau ada nanti setelah kita sosialisasi dan sampaikan ini masih ada pesepeda yang bandel tidak mengerti jalur sepeda, padahal di jam-jam itu ada jalur sepeda bisa saja kita kenakan tilang," ujarnya

Sambodo menjelaskan, ketentuan bagi pelanggar sepeda yang tidak menggunakan jalur sepeda diatur dalam Pasal 229 Undang-Undang No 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ).

"Itu ada ancaman pidananya. Dendanya itu Rp100 ribu atau ancaman kurungan 15 hari," tandasnya.

BERI KOMENTAR