HOME » BERITA » SAMPAI JANUARI 2020 TOYOTA ALPHARD CETAK PENJUALAN 25.421 UNIT

Sampai Januari 2020 Toyota Alphard Cetak Penjualan 25.421 Unit

Saat pertama kali dipasarkan, Alphard berhasil menarik perhatian di segmen MPV Luxury

Kamis, 20 Februari 2020 19:15 Editor : Ahmad Muzaki
Sampai Januari 2020 Toyota Alphard Cetak Penjualan 25.421 Unit
Toyota Alphard (autoindustriya.com)

OTOSIA.COM - MPV Luxury Alphard pertama kali secara resmi di pasarkan PT Toyota-Astra Motor (TAM) di Indonesia pada 2008. Pada tahun 2015, Toyota Vellfire dan Toyota Alphard HEV (Hybrid Electrified Vehicle) menambah jajaran line-up MPV Luxury ini.

Meski masuk di segmen yang sama, Alphard dan Vellfire memiliki karakter yang sangat berbeda. Alphard tampil dengan desain dengan nuansa mewah, anggun dan formal. Vellfire menonjolkan modern, dan high tech dengan kesan berani dan sporty.

1 dari 2 Halaman

Saat pertama kali dipasarkan, Alphard berhasil menarik perhatian di segmen MPV Luxury. Hingga Januari 2020, Alphard telah mencetak total penjualan 25.421 unit. Bahkan di tahun 2019 Alphard membukukan market share 94,4 persen.

Sebagai Andalan PT Toyota Astra Motor (TAM), segmen MPV kelas atas ini kini makin komplet dengan tambahan perlindungan dari sistem radar yang terintegrasi.

Sistem tersebut akan memberikan peringatan melalui audio dan visual terhadap potensi terjadinya benturan. Fitur PCS ini dapat secara otomatis mengurangi kecepatan, sehingga risiko benturan bisa dihindari atau dikurangi.

"Berbagai improvement ini kami hadirkan untuk memberikan kenyamanan dan keselamatan yang lebih tinggi, sekaligus memberikan nilai Total Ownership Experience yang lebih menguntungkan kepada pelanggan New Alphard dan New Vellfire,? ujar Anton Jimmi Suwandy, Marketing Director TAM.

2 dari 2 Halaman

Menurut Anton Jimmi Suwandy, penggunaan fitur Lane Departure Alert (LDA) akan sangat membantu pengemudi menghindari kecelakaan karena secara otomatis fitur ini akan memberi peringatan ketika kendaraan keluar dari jalur pada saat berkendara.

Fitur Dynamic Radar Cruise Control (DRCC) akan membantu pengendara memantau keberadaan kendaraan lain yang ada di depan dan menjaga jarak aman. Kendaraan secara otomatis akan mengurangi kecepatan, bahkan melakukan pengereman jika radar menunjukkan jarak dengan kendaraan lain sudah tidak aman.

Fitur keselamatan dan keamanan lainnya mencakup Automatic High Beam (AHB), Tire Pressure Monitoring System (TPMS), dan penyempurnaan pada Intelligent Clearance Sonar (ICS) yang semula hanya menggunakan 6 titik yaitu 2 di depan dan 4 di belakang menjadi delapan titik yaitu 4 di depan dan 4 di belakang.

BERI KOMENTAR