HOME » BERITA » SANGGUP BELI ROLLS-ROYCE, POLITISI INI MALAH CURI LISTRIK

Sanggup Beli Rolls-Royce, Politisi Ini Malah Curi Listrik

Seorang politisi diketahui melakukan pencurian listrik. Mirisnya, politisi dari India itu sebelumnya sempat membeli Rolls-Royce seharga miliaran rupiah.

Senin, 19 Juli 2021 13:15 Editor : Dini Arining Tyas
Sanggup Beli Rolls-Royce, Politisi Ini Malah Curi Listrik
Rolls-Royce Sanjay Gaikwad (Cartoq)

OTOSIA.COM - Seorang politisi di India, Sanjay Gaikwad belum lama ini membeli Rolls-Royce seharga INR 80 juta atau setara Rp 15 miliaran (Kurs INR 1 = Rp 194). Pembelian mobil mewah itu pun menjadi sorotan publik India.

Terlebih setelah Perusahaan Distribusi Listrik Negara Maharashtra Limited (MSEDCL) menemukan bahwa anggota partai politik Shiv Sena dari Kalyan itu melakukan pencurian listrik. Dilansir dari Cartoq kasus itu pun dilaporkan ke kantor polisi Mahatma Phule.

Diketahui Gaikwad belum membayar iuran sebesar INR 34.640 (Rp 6,7 juta). Dia juga harus membayar denda sebesar INR 15.000 (Rp 2,9 juta).

1 dari 2 Halaman

Saat survey yang dilakukan oleh MSEDCL di tempat tinggal Gaikwad, MSEDCL menemukan lokasi tersebut menggunakan listrik melalui pencurian dan tidak memasang meteran listrik resmi.

"Pada Maret 2021, survei dilakukan dan ditemukan penggunaan listrik terhitung untuk INR 34.480 dan dia dikanakan denda INR 15.000. Sanjay Gaikwad sudah diberitahu tentang pencurian dan tagihannya sudah disampaikan," kata pejabat dari MSEDCL.

Namun setelah pemberitahuan itu, Gaikwad tak kunjung membayar tagihan itu. Para pejabat MSEDCL lantas mengajukan kasus tersebut. Baru setelah itu Gaikwad mau membayar tagihan dan denda tersebut.

2 dari 2 Halaman

Juru bicara MSEDCL, Vijaysingh Dudhbate mengatakan bahwa jika tidak membayar, politisi tersebut bisa dipenjara hingga 3 tahun. TIndakan secara rinci dilakukan di bawah arahan Wakil Direktur, Keamanan dan Penegakan Hukum, Sumit Kumar.

"Pada hari Senin, Gaikwad sudah membayar, itu prosedurnya jika kami menemukan kasus pencurian, kami memeriksa penggunaan listrik dan mengirim tagihan dan denda. Jika mangkir, maka kami akan mengambil tindakan. Karena dia sudah membayar, kini kami mencabut laporan polisi tersebut," katanya.

BERI KOMENTAR