HOME » BERITA » SANTAI, FABIO QUARTARARO MENGAKU TAK MEMILIKI BEBAN JUARAI MOTOGP

Santai, Fabio Quartararo Mengaku Tak Memiliki Beban Juarai MotoGP

Fabio Quartararo mengaku santai saja meski tersingkirkan dari puncak klasemen MotoGP 2020.

Rabu, 21 Oktober 2020 12:15 Editor : Dini Arining Tyas
Santai, Fabio Quartararo Mengaku Tak Memiliki Beban Juarai MotoGP
Fabio Quartararo (Petronas SRT)

OTOSIA.COM - Di MotoGP Aragon, pembalap Petronas Yamaha SRT Fabio Quartararo benar-benar sial. Dia mengawali balapan di posisi pertama tapi mengakhiri balapan di posisi 18. Meski begitu, pembalap asal Prancis itu mengaku santai saja disingkirkan Joan Mir dari puncak klasemen sementara.

Start dari pole, Quartararo nyaman duduk di posisi kedua pada empat lap pertama. Namun, tiba-tiba saja tekanan ban depannya benar-benar 'di luar kendali. Sejak itu pula, posisi Quartararo terjun bebas. Pada Lap 14, tahu-tahu ia duduk di posisi 15, dan kemudian tersalip tiga rider sekaligus pada lap berikutnya.

Dengan ban depan medium dan ban belakang lunak, Quartararo dicurigai memilih opsi ban yang salah. Namun, El Diablo yakin pilihannya sudah benar, terbukti dari Alex Marquez, yang finis kedua dengan pilihan yang sama. Quartararo bahkan mengaku sempat nyaman berkendara dengan ban itu, sebelum tekanan ban jadi 'aneh'.

1 dari 2 Halaman

Lega Para Rival Terdekat Tak Raih Hasil Mentereng

"Pilihan ban saya sudah tepat karena tiga lap pertama sempurna. Tapi masalahnya tekanan ban saya lebih tinggi dari batas wajar pada tiga lap terakhir. Kami harus cari tahu penyebabnya. Ini sangat aneh. Saya punya ritme baik, walau saya tak mau bilang kemenangan atau podium. Cukup untuk masuk 5-6 besar," ujarnya via Crash.net.

Meski finis tanpa poin, Quartararo merasa lega para rival terdekatnya dalam perebutan gelar dunia juga tak meraih hasil yang signifikan. Joan Mir finis kedua usai dikalahkan Alex Rins dan Alex Marquez, sementara Maverick Vinales finis keempat dan Andrea Dovizioso finis ketujuh.

"Balapan ini sungguh bencana, tapi bisa lebih buruk lagi andai Joan menang, Maverick finis kedua, dan Dovi finis ketiga. Dalam momen negatif ini, kami harus memikirkan hal positif sekecil apa pun, salah satunya adalah fakta bahwa kedua Alex finis di depan Joan," ungkapnya.

2 dari 2 Halaman

Harusnya Rider Pabrikan Lebih Terbebani

Hasil ini pun membuat Quartararo turun ke peringkat kedua pada klasemen pembalap dengan 115 poin, tertinggal 6 poin dari Mir. Meski begitu, rider Prancis ini mengaku santai saja. Walau gelar dunia merupakan impian semua rider, ia mengaku bahwa hasil itu bukanlah target utamanya musim ini.

Quartararo juga mengingatkan banyak pihak bahwa ia baru menjalani tahun keduanya di MotoGP, dan berstatus tim satelit, ditambah timnya yang baru berusia dua tahun. Atas alasan ini, menurutnya rider-rider MotoGP yang berstatus pabrikan lah yang seharusnya lebih terbebani untuk merebut gelar dunia.

"Beban tak sepenuhnya ada di pundak saya. Saya tadinya memang memimpin klasemen, tapi tim kami baru 'lahir' tahun lalu, ini baru tahun kedua saya, dan saya bukan rider pabrikan. Jadi, beban nyata ada di pundak tim pabrikan. Saya nyaman-nyaman saja. Ini balapan yang sulit karena masalah teknis, tapi saya baik-baik saja, karena situasinya bisa saja lebih buruk," tutupnya.

Penulis: Anindhya Danartikanya

Sumber: Bola.net

BERI KOMENTAR