HOME » BERITA » SCORPIO 225 CAFE RACER TUA-TUA KELADI

Scorpio 225 Cafe Racer Tua-Tua Keladi

Senin, 12 September 2016 16:15 Editor : Ahmad Khoirudin
Foto: Diwa Creative Studio

OTOSIA.COM - Usia bukan menjadi penghalang untuk berekpresi dalam dunia motor custom. Noer Efendy, bapak yang bisa dibilang tidak muda lagi bersikeras untuk memiliki tunggangan yang speed look namun elegan.

Bermodalkan Yamaha Scorpio lansiran tahun 2009 keinginan besar tersebut disalurkan, dengan bantuan rumah modifikasi Diwa Creative Studio.

"Waktu itu Noer, kosultasi pada kami untuk custom motornya, yang berlangsung di garasi kecil Diwa di bilangan Cimanggis Depok. Scorpio yang sudah memilik tenaga cukup besar akhirnya difokuskan untuk modif pada body work," papar Wahyu.

Untuk mendapatkan tampilan body yang diharapkan, berbahan plat Galvanis dan sentuhan tangan kreatif modifikator dari Diwa Creative Studio bentuk caf racer pun tersematkan pada rangka Scorpio.

Rampung dengan pembuatan body, berlajut pada sektor kaki- kaki. "Tak tangung-tanggung bapak yang satu ini memilih part keluaran Japan dan bertapak lebar untuk motornya," tambah modifikator yang bisa dihubungi melalui 08159644338.

"Peredam kejut belakang menggunakan after market ukuran 34 dan depan dibiarkan standart namun dipangkas 10 cm. Disc belakang dibuat agar meredam saat kecepatan tinggi. Foot step variasi racing juga diaplikasi agar racing look terlihat," lanjut builder yang bermarkas di Permata Arcadia, Blok H 10 Cimanggis, Depok.

Usai konstruksi maka sektor pewarnaan dilanjut untuk mencapai nakal yang elegan sesuai usia rider. Pemilihan warna Candy Tone berpadu Silver dengan sentuhan Hitam menjadi komposisi untuk membalut caf racer ini.

Sejumlah part lain, pendukung tampilan dan kecepatan berkendara juga disematkan, stabilizer menancap pada bagian bawah tangki, spidometer, spion headlamp dan sebagainya.

"Tuntas dengan semua ubahan, Noer seakan mengulang masa kejayaan dulu, sudah bias membelah aspal Jakarta. Tua-tua Keladi julukan untuk nya," tutup modifikator motor yang memakan waktu 2 bulan.

(kpl/rd)

BERI KOMENTAR