HOME » BERITA » SEBAR BBM SATU HARGA, BPH MIGAS KERAHKAN PERTAMINI

Sebar BBM Satu Harga, BPH Migas Kerahkan Pertamini

Senin, 19 Februari 2018 21:00 Editor : Fitradian Dhimas
Foto Ilustrasi: Nazar Ray

OTOSIA.COM - Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas (BPH Migas) Fanshurullah Asa mengakui bahwa penyaluran BBM ke masyarakat masih terkendala dengan jumlah stasiun pengisian bahan bakar (SPBU) yang belum mencukupi.

"Ratio manusia dengan SPBU. 1 (SPBU) berbanding 35.000 (orang). Itu rata-rata di seluruh Indonesia. Kita hanya punya 7.000 SPBU. 60 persen ada di Jawa," kata Asa di Gedung Nusantara MPR RI, Jakarta, Senin (19/2).

Dengan demikian, BPH Migas menyiapkan program sub penyalur BBM di daerah, untuk memperluas distribusi BBM ke seluruh pelosok negeri, terutama di tingkat kecamatan dan desa-desa di wilayah 3T (terpencil, tertinggal, dan terluar) Indonesia.

"Investasi Rp 50 sampai Rp 100 juta sudah bisa. Ini terobosannya. Bisa jual solar dan Premium. Sudah ada di Asmat, Selayar. Yang mengajukan ke bupati sudah ada 100 lokasi," ungkapnya kepada Merdeka.com.

Dia menjelaskan, sub penyalur ini akan seperti Pertamini. Sehingga, nantinya BBM yang dijual oleh sub penyalur tersebut memiliki harga yang sama, sesuai dengan program BBM Satu Harga.

"Harga jualnya dipatok sama. Dia ambil SPBU terdekat minimal 5 kilometer. Volume dibatasi 1.000 kiloliter per hari. Untuk memunculkan ekonomi," kata dia.

Anggota Komite BPH Migas Yugi Prayogia mengatakan jumlah SPBU di Indonesia masih tergolong rendah dibandingkan dengan jumlah penduduk Indonesia yang mencapai hampir 260 juta orang.

"Rasio jumlah penduduk dengan pengadaan SPBU, itu masih sangat tinggi rasionya di badingkan ASEAN. Terhadap jumlah penduduk itu, satu SPBU kita layani 35 ribu orang. Itu rasio rata-rata. Kita hanya punya kurang lebih 6.000 sampai 7.000 ribu," jelas Yugi.

(kpl/fdk)

BERI KOMENTAR