HOME » BERITA » SEBERAPA JARAK PENGEREMAN YANG AMAN?

Seberapa Jarak Pengereman yang Aman?

Supaya tetap aman, pengereman tidak boleh dilakukan secara tiba-tiba atau mendadak. Akibatnya, motor bisa terjungkal atau pun tergelincir di jalan.

Rabu, 04 Juli 2018 12:45 Editor : Cornelius Candra
Ilustrasi: Sportbikerider.us

OTOSIA.COM - Pengeraman merupakan hal yang penting bagi sebuah kendaraan bermotor, tak terkecuali sepeda motor. Fungsinya tentu untuk menahan laju motor supaya tetap aman dalam berkendara.

Supaya tetap aman, pengereman tidak boleh dilakukan secara tiba-tiba atau mendadak. Akibatnya, motor bisa terjungkal atau pun tergelincir di jalan.

Karena itu, Otolovers perlu mengetahui jarak aman pengereman yang bergantung pada kecepatan berkendara seperti dikutip dari akun instagram @mpmhondajatim.

Semakin tinggi kecepatan motor, semakin jauh pula jarak pengeremannya. Setidaknya, Otolovers harus mengerem di jarak kira-kira 40-45 meter jika tengah melaju 60 km/jam. Dengan begitu, motor akan berhenti dalam waktu 3 detik.

Hitungan tersebut hanya berlaku ketika jalan dalam kondisi kering. Jika hujan, jarak yang pengereman harus lebih jauh lagi. Hal ini diakibatkan daya cengkeram ban dan rem yang sedikit berkurang karena air.

Jarak yang diambil harus semakin jauh apabila kondisi kampas, cakram, atau pun tromol sudah terkikis. Kondisi ban juga berpengaruh pada jarak pengereman.

(kpl/crn)

BERI KOMENTAR