HOME » BERITA » SEBERAPA SIAPKAH INDUSTRI KOMPONEN DI INDONESIA MENYAMBUT ERA MOBIL LISTRIK

Seberapa Siapkah Industri Komponen di Indonesia Menyambut Era Mobil Listrik

Era mobil listrik cepat atau lambat juga akan melanda Indonesia. Meskipun regulasi low carbon emission vehicle (LCEV) hingga kini belum dirampungkan pemerintah.

Rabu, 18 Juli 2018 21:46 Editor : Dini Arining Tyas
Foto by grist

OTOSIA.COM - Era mobil listrik cepat atau lambat juga akan melanda Indonesia. Meskipun regulasi low carbon emission vehicle (LCEV) hingga kini belum dirampungkan pemerintah.

Dengan berkembangnya kendaraan listrik atau mobil rendah emisi ini, pesimistis terkait nasib inustri komponen otomotif mencuat ke permukaan. Pertanyaannya, apakah industri ini mampu bertahan di tengah berkembangnya era kendaraan listrik dimasa depan?

Dijelaskan Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi dan Alat Pertahanan Kementerian Perindustrian, Putu Juli Ardika, industri mobil listrik ini nantinya bakal berkembang secara bertahap.

"Artinya, tidak langsung menuju mobil listrik, tapi dari hybrid, plug-in hybrid, listrik hingga hidrogen," jelas Putu, Rabu (17/7/2018).

"Di dalam kendaraan listrik itu, nantinya masih menggunakan biofuel, jadi kalau kita mengatakan senjakala industri komponen tidak tepat," tambah Putu.

Lanjut Putu, Indonesia memang cukup memiliki energi biofuel dan bisa mendorong kreatvitas industri menggunakan energi tersebut.

"Kalau kita bicara implementasi energi biofuel, saat ini kita sudah menggunakan G20, dan di dalam roadmap pada 2-2- akan diaplikasikan G30. Hal ini bakal membantu devisa negara dari ekspor juga," tambahnya.

Untuk menyambut era mobil listrik, industri komponen juga memang harus dipersiapkan. Jadi, transisi dari mobil konvensional, hybrid, plug-in hybrid, listrik, hingga energi terbarukan seperti hidrogen industri komponen bisa terlibat dengan baik.

Sumber: Liputan6.com

(kpl/tys)

BERI KOMENTAR