HOME » BERITA » SEDANG DILARANG, BEGINI SEJARAH MUDIK DI INDONESIA

Sedang Dilarang, Begini Sejarah Mudik di Indonesia

Mudik sudah menjadi agenda tahunan yang ditunggu-tunggu, terutama bagi para perantau.

Rabu, 27 Mei 2020 08:15 Editor : Dini Arining Tyas
Sedang Dilarang, Begini Sejarah Mudik di Indonesia
Ilustrasi mudik (Liputan6.com)

OTOSIA.COM - Satu tahun sekali, tepatnya ketika Hari Raya Idul FItri tiba, masyarakat di Indonesia berbondong-bondong pulang. Aktivitas yang disebut mudik ini pun menjadi tradisi bagi masyarakat yang merantau di daerah lain.

Dilansir dari Merdeka.com, fenomena ini sudah terjadi di Indonesia sejak puluhan tahun lalu. Mudik diartikan sebagai pulang kampung, secara epistemologi.

Sehingga bisa diartikan bahwa mudik merupakan suatau perjalanan pulang ke kampung halaman dalam kurun waktu tertentu untuk bertemu dengan keluarga dan sanak saudara di kampung halaman.

1 dari 3 Halaman

Di samping itu, banyak orang memaknai kata mudik berasal dari budaya di Indonesia. Hal ini sering dikaitkan dengan bahasa jawa yang berarti ?mulih disik? atau dalam bahasa Indonesia pulang dulu. Selain itu dalam bahasa Betawi kata mudik berarti udik atau kampung.

Terlepas dari istilah dan pemaknaan tentang kata mudik, tradisi pulang kampung saat lebaran memang telah menjadi acara tahunan bagi masyarakat Indonesia. Lantas bagaimana sebenarnya sejarah mudik lebaran di Indonesia?

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya bahwa mudik berasal dari Bahasa Jawa Ngoko berarti ?mulih disik? yang dalam bahasa Indonesia berarti pulang kampung. Sebenarnya tradisi mudik sudah berjalan sejak zaman Kerajaan Majapahit. Pada zaman dahulu para perantau pulang ke kampung halaman untuk membersihkan makam para leluhurnya.

2 dari 3 Halaman

Kemudian sekitar tahun 1970-an baru berkembang istilah mudik di Indonesia. Ketika itu Jakarta menjadi satu-satunya kota di Indonesia yang dianggap paling maju dari kota lainnya di Indonesia. Sehingga banyak sekali orang-orang desa yang merantau ke Jakarta, setelah itu lahirlah istilah mudik yang berarti pulang ke kampung halaman.

Tentunya tradisi mudik lebaran tidak lepas dari momentum hari libur lebaran, sehingga hal ini dimanfaatkan para perantau untuk kembali ke kampung halaman. Seiring berjalannya waktu tradisi ini berkembang menjadi sebuah fenomena di Indonesia. Hal ini tidak lepas dari peran penting media masa yang turut berkontribusi dalam mem-branding tradisi mudik.

3 dari 3 Halaman

Akan tetapi di tahun ini mudik lebaran di larang oleh Pemerintah. Hal ini dikarenakan untuk menghentikan penyebaran Pandemi Covid-19 di Indonesia. Sehingga untuk menghentikan penyebarannya, Pemerintah membuat peraturan untuk menunda mudik di tahun 2020 ini.

Di samping itu, ternyata mudik juga sebelumnya juga pernah terjadi di Indonesia. Peristiwa ini terjadi pada tahun 1946, di mana pada saat itu kondisi politik di Indonesia belum stabil. Belanda dan Inggiris masih menguasai beberapa kota besar di Jawa. Sehingga untuk mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan maka mudik pada tahun itu tidak dilaksanakan.

Kemudian mudik lebaran kembali tidak dilaksanakan pada tahun 1962. Peristiwa ini terjadi karena pada saat itu pemerintah Indonesia sedang memusatkan seluruh tenaga untuk perjuangan dalam pembebasan Irian Barat. Bahkan presiden Soekarno pada saat itu membuat sebuah amanat setelah menunaikan shalat Idul Fitri di halaman Istana pada 8 Maret 1962.

BERI KOMENTAR