HOME » BERITA » SEDERET MITOS DAN FAKTA SOAL OLI KENDARAAN

Sederet Mitos dan Fakta Soal Oli Kendaraan

Minggu, 13 Januari 2019 10:45 Editor : Dini Arining Tyas
Ilustrasi penggantian oli (grimmermotors.co.nz)

OTOSIA.COM - Mengganti pelumas secara rutin pada kendaraan bermotor adalah hal wajib karena oli berfungsi melumasi pergesakan antar mesin dan komponen serta membuat endapan-endapan di dalam dinding mesin menjadi bersih.

Agar kendaraan menjadi awet jika sudah saatnya mengganti oli, isilah dengan yang baru. Disamping itu perhatikan kualitas oli yang akan digunakan, termasuk kekentalannya yang disesuaikan dengan spesifikasi kendaraan.

Dalam soal penggantian pelumas, beragam pendapat dan mitos-mitos yang bermunculan, termasuk kesalahpahaman tentang oli. Bagi yang tidak paham, mitos-mitor yang berkembang seputar oli sangat membingungkan.

Nah agar tidak bingung, berikut adalah fakta-fakta dan mitos-mitos tentang oli sebagaimana yang dijabarkan produsen pelumas TOP 1:

1. Mitos oli hitam harus diganti

Wajar jika warna oli mesin berubah hitam. Namun tidak selalu benar sebagai penanda sudah saatnya ganti oli dengan yang baru. Padahal anggapan itu tak sepenuhnya benar. Sebab untuk masa pergantian oli itu tetap harus mengikuti buku panduan dari pabrikan motor atau mobil tersebut.

Karena oli bukan hanya sebagai pelumas, tapi fungsinya juga untuk membersihkan permukaan dinding silinder terhadap oksida, karbon dan kerak-kerak yang ditimbulkan karena pembakaran. Maka wajar dalam waktu singkat oli bisa berubah hitam.

2. Gonta-ganti merek oli bikin mesin cepat rusak

Benarkah sering ganti oli berbagai merek bikin mesin gampang rusak? Jawabannya, tidak berbahaya bagi mesin sepanjang kadar kekentalan oli yang digunakan sesuai spesifikasi mesin kendaraan. Faktor yang paling penting lainnya adalah gunakan selalu oli dengan kualitas terbaik.

3. Ganti oli mengikuti jarak tempuh

Pada mobil penggantian pelumas misalnya pada kelipatan 5000 - 10000 km. Namun sebenarnya, hal tersebut juga tergantung dengan situasi dan kondisi. Jika mobil Anda pakai untuk kegiatan sehari-hari dan sering terjebak macet, maka yang harus menjadi pertimbangan adalah jam kerja mesin kendaraan. Meski kilometer tidak jalan, namun mesin tetap jalan dan tetap tersirkulasi.

4. Mitos ganti filter oli mobil tidak wajib

Mengganti filter oli mesin mobil tetap harus dilakukan mengikuti siklus pergantian oli rutin yang direkomendasikan. Hal ini perlu dilakukan karena akan mengurangi potensi kerusakan pada mesin karena endapan kotoran.

5. Oli sintetik bikin mesin mengalami kebocoran

Mitos ini sama sekali tidak benar dan salah. Oli sintetik memiliki teknologi yang membuat molekul lebih kecil dibandingkan oli mineral, sehingga memiliki cara masuk ke dalam celah terkecil di mesin kendaraan. Bahkan hal itu berguna karena oli sintetik bisa mendeteksi gejala kebocoran pada mesin Anda.

6. Oli sintetik bisa untuk kendaraan tua

Oli sintetik biasanya lebih direkomendasikan untuk kendaraan keluaran terbaru karena lebih cocok dengan teknologinya. Namun tidak menutup kemungkinan bahwa kendaraan lama bisa menggunakannnya.

7. Pengecekan sebelum perjalanan jauh

Saran ini tepat untuk dilakukan oleh pemilik kendaraan bermotor. Hal ini bisa menjaga kinerja mesin tetap performa yang baik. Jika Anda ingin melakukan perjalanan panjang, penggantian oli dapat dilakukan dua minggu atau bahkan seminggu sebelumnya.

Reporter : Nazarudin Ray

(kpl/nzr/tys)

BERI KOMENTAR