HOME » BERITA » SEDERET MOTOR 'AYAGO' INI SEMPAT JADI IDOLA DI ERA 90-AN

Sederet Motor 'Ayago' Ini Sempat Jadi Idola di Era 90-an

Genre motor ayago (ayam jago), sekarang hanya dikuasai oleh dua pabrikan, yakni Honda dengan Sonic dan Suzuki Satria FU. Sebelumnya, Kawasaki sempat meluncurkan Athelete yang memiliki bentuk serupa.

Selasa, 08 Mei 2018 15:45 Editor : Cornelius Candra
Ilustrasi: Motor ayago/ Merdeka.com

OTOSIA.COM - Genre motor ayago (ayam jago), sekarang hanya dikuasai oleh dua pabrikan, yakni Honda dengan Sonic dan Suzuki Satria FU. Sebelumnya, Kawasaki sempat meluncurkan Athelete yang memiliki bentuk serupa.

Ternyata, jauh sebelum ketiganya meluncur, di tahun 1990-an, motor ayago sempat menjadi tren dan begitu diminati oleh anak muda. Alasannya tentu beragam, mulai dari desain yang unik sampai performa mesin terbaik pada masanya karena masih menggunakan dapur pacu 2-tak.

Berikut sederet motor ayago yang sempat jadi primadona di tahun 1990-an:

1. Suzuki RK Cool

Motor ini terbilang cukup mahal kala itu karena berstatus CBU. Di Indonesia, Suzuki RK Cool ditawarkan dalam 3 varian, yaitu RK110Z, RK110S-Z, dan RK-Cool.

Sport underbone ini didatangkan sekitar tahun 2002-2004 dengan harga Rp17 jutaan. Berdasarkan rumor yang beredar, Suzuki RK-Cool ialah cikal bakal kemunculan Satria FU .

2. Honda Nova Sonic 125

Sama halnya seperti Suzuki RK Cool, Honda Nova Sonic pun berstatus CBU dan didatangkan langsung dari Thailand. Waktu itu, motor ayago ini hadir dalam 2 varian, yaitu Honda Nova Sonic RS dan 125 RS Super.

Dengan desain yang unik, motor ini pun ramai peminat dan bisa dibilang sebagai model paling laris dari keluarga Honda Nova. Kini, PT AHM kembali membangkitkan Honda Sonic dengan mesin dan tampilan baru.

3. Yamaha Tiara S120

Sebelum Honda Nova Sonic, Yamaha Indonesia telah menghadirkan Yamaha Tiara S. Motor ini diproduksi secara lokal di tanah air sejak tahun 1999.

Kala itu, motor ini kerap menjadi pilihan bagi pecinta kecepatan karena performanya yang semi-racing. Sayangnya, Yamaha Tiara S kurang diminati karena harganya yang mahal, mencapai Rp24 jutaan.

(kpl/crn)

BERI KOMENTAR