HOME » BERITA » SEGERA URUS STNK MATI MUMPUNG MASIH ADA WAKTU

Segera Urus STNK Mati Mumpung Masih Ada Waktu

Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) akan mati secara otomatis jika tak diperpanjang selama 2 tahun. Harusnya masyarakat tak perlu kaget mengetahui hal tersebut, sebab telah tercantum dalam Undang-Undang.

Jum'at, 26 Oktober 2018 17:15 Editor : Dini Arining Tyas
Ilustrasi pengisian formulir perpanjangan STNK (Liputan6.com)

OTOSIA.COM - Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) akan mati secara otomatis jika tak diperpanjang selama 2 tahun. Harusnya masyarakat tak perlu kaget mengetahui hal tersebut, sebab telah tercantum dalam Undang-Undang.

Meskipun belum efektif diterapkan, aturan yang tercantum dalam UU Nomor 22 tahun 2009 itu harus ditaati. Pasal 74 ayat 2 huruf b menyebutkan bahwa penghapusan regident kendaraan bermotor dapat dilakukan, jika pemilik kendaraan bermotor yang tidak melakukan registrasi ulang sekurang-kurangnya dua tahun setelah habis masa berlaku STNK.

Sementara ayat 3 menyebutkan, kendaraan bermotor yang telah dihapus sebagaimana dimaksud pada ayat satu tidak dapat diregistrasi kembali.

Kasi STNK Subdit Regident Ditlantas Polda Metro Jaya, Kompol Bayu Pratama Gabunagi, menjelaskan, saat ini pihak kepolisian tengah mensosialisasikan aturan tersebut secara intensif agar optimal. Nantinya, setelah masyarakat sudah mengetahui peraturan tersebut, tidak kaget saat pihak kepolisan benar-benar memberlakukan penghapusan regident kendaraan.

"Butuh sosialisasi dahulu, nanti masyarakat kaget lagi kendaraannya dihapus. Maka dari itu, di masa sekarang, kita push terus informasi ke masyarakat," ucap Kompol Bayu, saat berbincang dengan dengan Liputan6.com melalui sambungan telepon, Kamis (25/10/2018).

Lanjut Kompol bayu, jika saat ini ada pemilik kendaraan yang memang memiliki kendaraan yang STNK-nya mati dan belum diperpanjang selama dua tahun, silakan diurus agar kendaraannya tidak menjadi bodong.

"Belum berlaku, karena masih sosialisasi, dan kita informasikan dahulu. Sangat boleh (mengurus STNK), sebelum dihapuskan masih memiliki kesempatan untuk memproses dan mengurusnya," pungkasnya.

Sumber: Liputan6.com

(kpl/tys)

BERI KOMENTAR