HOME » BERITA » SEHARUSNYA SUDAH BERES, MENGAPA PERESMIAN RUAS TOL SOLO-KERTOSONO MUNDUR?

Seharusnya Sudah Beres, Mengapa Peresmian Ruas Tol Solo-Kertosono Mundur?

Jum'at, 19 Januari 2018 19:15 Editor : Fitradian Dhimas
Foto: Merdeka.com

OTOSIA.COM - Peresmian jalan tol ruas Solo-Kertosono (Soker) mundur dari semula Januari 2018. Akibat adanya perubahan desain, ruas tol ini baru akan diresmikan tiga bulan lagi.

Sekretaris Daerah Jawa Tengah (Jateng), Sri Puryono, menjelaskan sejumlah desain jalan tol terpaksa diubah untuk mengakomodir kebutuhan warga, terutama pada pembangunan overpass dan underpass.

"Itu memang harus diubah karena kebutuhan masyarakat. Dan ini perlu persetujuan dari pemerintah. Jadi jalan tol yang seharusnya bisa diresmikan Januari ini, terpaksa mundur. Tapi yang jelas bisa dioperasikan untuk arus mudik Lebaran," jelasnya, Kamis (18/1).

Setelah beroperasi, lanjutnya, jalan tol sepanjang 178,6 kilometer ini mampu memangkas waktu tempuh Solo-Kertosono. Dari empat jam menjadi hanya dua jam saja.

Sri Puryono mengungkapkan jalur tersebut mampu meningkatkan efisiensi di bidang transportasi dan logistik. Selain itu, keberadaan jalan yang melalui beberapa kabupaten itu diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah-wilayah yang dilaluinya.

"Di ruas Sragen, exit tol tidak hanya di Pungkruk, juga ada di Sambungmacan. Karena di ruas tersebut akan dikembangkan kawasan industri," kata Sri Puryono kepada Merdeka.com.

Direktur Utama PT Solo Ngawi Jaya (SNJ), David Wijayanto menambahkan, pengerjaan jalan tol Solo-Kertosono dibagi menjadi dua tahap. Yakni Solo-Ngawi sepanjang 90,25 kilometer, dan Ngawi-Kertosono sepanjang 88,33 kilometer.

Secara keseluruhan jalam tol ini memiliki 10 Simpang susun, yaitu Simpang Susun Kartosuro, Bandara, Solo, jalan ke Purwodadi, Karanganyar, Sragen, Ngawi, Madiun, Caruban, dan Nganjuk.

Jalan tol ini dibangun dengan struktur pengerasan rigid pavement atau pengerasan beton. Selain itu, untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat melintas antar sisi jalan tol akan dibangun lebih dari 170 bangunan perlintasan berupa overpass dan underpass.

"Sampai saat ini, progres pembangunan tol Solo-Kertosono sudah sekitar 95 persen. Tidak ada kendala apa-apa. Dari Ngasem sampai perbatasan Jatim pembangunan fisik sudah 95 persen. Sesuai perintah Presiden Joko Widodo, sebelum lebaran 2018 siap beroperasi dan ini harus kami sepakati," tegasnya.

Dari upaya percepatan yang juga diterapkan dalam sektor pembebasan lahan. Pihaknya mencatat telah berhasil membebaskan 95,56 persen lahan proyek yang tergabung ke dalam megaproyek Jalan Tol Trans Jawa ini.

(kpl/fdk)

BERI KOMENTAR