HOME » BERITA » SEJARAH AWAL CABANG BALAP DRIFTING

Sejarah Awal Cabang Balap Drifting

Senin, 01 Februari 2016 19:15 Editor : Fitradian Dhimas
Nissan 350Z Drift (c) drifted

OTOSIA.COM - Drifting tumbuh di Jepang sekitar pertengahan tahun 1960-an, dipelopori kalangan pecinta balap yang dijuluki rolling zoku.

Mereka mengadaptasi teknik opposite-lock dari balap rally di jalan pegunungan yang berkelok-kelok dan beraspal licin di wilayah Rokkosan, Hakone, Irohazaka dan Nagano.

Drifting sendiri adalah sebuah teknik menyetir dan nama cabang olahraga balap mobil yang memperlombakan pemakaian teknik tersebut.

Drifting memerlukan ketangkasan dalam mengatur pengereman dan ketangkasan mengemudi agar mobil dapat meluncur lebih lama. Drifting hanya dapat dilakukan dengan mobil berpenggerak roda belakang serta dengan upgrade mobil yang optimal.

Pada tahun 1970-an, Kunimitsu Takahashi, yang merupakan pembalap F1 legenda Jepang, mendapatkan inspirasi ketika ia mencoba bagian depan mobilnya mengikuti apex (titik paling pinggir dari sebuah tikungan) dengan kecepatan tinggi dan menggunakan rem tangan untuk mengikuti tikungan itu.

Keiichi Tsuchiya langsung tertarik dengan teknik drifting. Tsuchiya terus berlatih drifting di jalan-jalan pegunungan di Jepang sehingga dijuluki Dorikin alias Drift King.

Pada tahun 1987, para modifikator setuju untuk merekam Tsuchiya saat drifting dan mempopulerkannya. Video tersebut menjadi hits dan membuat banyak insan tertarik. Hal ini didukung pula dengan popularitas komik Initial D.

Pada tahun 2001, Daijiro Inada (Tokyo Auto Salon) bersama Keiichi Dorikin (Raja Drifting) Tsuchiya membuat seri kompetisi drifting profesional, D1 Grand Prix (D1 GP).

Dalam kompetisi, pengemudi berusaha untuk membuat agar mobilnya berada dalam posisi miring dan meluncur selama mungkin.

Semenjak saat itu, olahraga drifting semakin menjamur. Namun Fdration Internationale de l'Automobile atau FIA, badan yang membawahi kegiatan olahraga balap internasional, tidak mengakui drifting sebagai olahraga balap profesional.

(kpl/fdk)

BERI KOMENTAR