HOME » BERITA » SEJARAH ROYAL ENFIELD PADA MASA PERANG DUNIA

Sejarah Royal Enfield Pada Masa Perang Dunia

Royal Enfield memiliki sejarah panjang dalam produksi kemiliteran dan semenjak itulah tercipta motto ‘Made Like a Gun Since 1901’. Royal Enfield memproduksi amunisi, perangkat artileri dan sepeda motor pada masa perang dunia dan menyuplai pasukan bersenjata India dengan sepeda motor hingga kini.

Sabtu, 29 Desember 2018 16:15 Editor : Ahmad Muzaki
Royal Enfield Classic 500 ‘Pegasus’ (Istimewa)

OTOSIA.COM - Royal Enfield memiliki sejarah panjang dalam produksi kemiliteran dan semenjak itulah tercipta motto 'Made Like a Gun Since 1901'. Royal Enfield memproduksi amunisi, perangkat artileri dan sepeda motor pada masa perang dunia dan menyuplai pasukan bersenjata India dengan sepeda motor hingga kini.

Namun, sejauh ini kisah mengenai produksi Royal Enfield pada masa peperangan yang paling sering diceritakan adalah tentang sepeda motor bermesin 2-tak 125cc yang dipakai oleh pasukan terjun payung Inggris untuk menggempur garis pertahanan musuh pada Perang Dunia Kedua, termasuk operasi D-Day dan Arnhem, yakni 'The Flying Flea'.

Dalam perang dunia kedua, puluhan dari ribuan sepeda motor Royal Enfield dikirim ke hampir seluruh area konflik peperangan. Namun hanya Flying Flea yang sanggup dijatuhkan hingga ke garis belakang pertahanan musuh oleh para pasukan terjun payung. Berkat citra dan ceritanya, Departemen Peperangan Inggris pun memesan lebih dari 4.000 unit sepeda motor Royal Enfield.

Flying Flea diterjunkan sebagai mesin perang garis depan, dan sebagai aset sangat berharga bagi tentara elit dari resimen terjun payung yang ketika itu baru dibentuk. Sepeda motor tersebut dijatuhkan dengan parasut dalam alat pelindung khusus atau dibawa dengan pesawat tempur Horsa.

Di daratan, sepeda motor tersebut digunakan untuk pengintaian, komunikasi dan sebagai alat membawa para tentara ke dalam peperangan.

"Para pengendara sepeda motor tersebut kemudian pergi ke kantor pusat Oosterbek Town Hall dari berbagai jurusan," kenang veteran perang Arnhem John Jeffries. "Dahulu mereka sering beredar dimana-mana." John seorang pegiat sepeda motor yang melakukan aksi terjun payungnya di Belanda pada gelaran 4th Parachute Brigade, memiliki kenangan indah tentang Flying Flea.

(kpl/nzr/ahm)

BERI KOMENTAR