HOME » BERITA » SEJUTA TRUK, SEJUTA PELUANG

Sejuta Truk, Sejuta Peluang

Kamis, 06 April 2017 10:15

Sejuta Truk, Sejuta Peluang
Kramayudha Tiga Berlian (foto: Istimewa)
Editor : Fajar Ardiansyah | Reporter : Nazarrudin Ray

Otosia.com - Salah satu mesin utama perekonomian tentunya adalah alat transportasi, khususnya kendaraan niaga. Amat banyak jenis aktivitas perekonomian yang jadi pincang jika tanpa dukungan transportasi yang memadai. Bicara kendaraan niaga, jenis kendaraan yang paling vital adalah truk.

Indonesia termasuk negara berkembang yang roda perekonomiannya amat tergantung dengan transportasi darat, terutama jenis truk. Secara awam pun kita dapat melihat bahwa truk menjadi kendaraan yang wajib dimiliki oleh pelaku usaha sektor riil, sebut saja distribusi produksi barang dan jasa, hasil perkebunan, pertanian, hasil laut, masih banyak lagi.

Dapat kita pantau sendiri di berbagai media massa, pembangunan infrastruktur jalan antarkota dan antarprovinsi kini semakin digenjot oleh Pemerintah. Penambahan signifikan ruas jalan di Papua menjadi simbol penting geliat pertumbuhan infrastruktur transportasi di Indonesia. Belum lagi ditambah bandara dan pelabuhan yang jumlahnya terus bertambah. Penggunaan truk jadi semakin relevan bagi dunia usaha. Tantangan pemenuhan banyaknya kebutuhan truk semakin besar.

Namun, wajib diingat bahwa syarat utama sebuah truk dapat dikatakan mendukung roda ekonomi adalah kekuatannya melintasi berbagai medan berat dan jarak tempuh yang jauh. Jangan sampai, kendaraan pendukung roda ekonomi malah menjadi kendaraan pengganggu bisnis karena berbagai masalah performa, baik mesin, kaki-kaki, maupun aspek lainnya.

Inilah yang tampaknya dilihat dengan komitmen tinggi oleh PT Kramayudha Tiga Berlian Motors (KTB). ATPM truk Mitsubishi Fuso ini sadar betul bahwa Indonesia sangat membutuhkan banyak kendaraan niaga untuk menopang aktivitas dunia usaha. Sekali lagi, menopang, bukan malah mengganggu. Karena itu, pilihan KTB untuk fokus pada kendaraan niaga jenis truk menjadi keuntungan bukan saja bagi pihak perusahaan, justru terutama adalah untuk Indonesia, tepatnya dunia usaha Indonesia.

Fokus ini membuat KTB mencapai prestasi yang tidak biasa-biasa saja, yakni mencapai penjualan sejuta truk kelas medium, Colt Diesel. Melihat varian-varian truk yang dihasilkan KTB sejak tahun 1946 hingga 2016, mudah untuk melihat bahwa komitmen KTB memang bukan hanya pada kuantitas, melainkan juga kualitas.

“Sepanjang perjalanan Colt Diesel mencapai satu juta unit, kami mendapat berbagai ilmu serta pengalaman sebagai bekal kami dalam menggapai berjuta pencapaian lain di masa mendatang. Kami ingin berkontribusi lebih banyak lagi, kami ingin Mitsubishi Fuso digunakan lebih banyak lagi untuk pembangunan Indonesia,” ujar Duljatmono, Director of MFTBC Marketing Division KTB.

Pengembangan aspek fisik memang penting, namun tampaknya bagi KTB adalah peningkatan performa mesin paling utama. Pijakannya adalah kesadaraan bahwa kendaraan niaga memang harus jadi andalan dunia usaha, bukan malah jadi rongrongan akibat banyaknya masalah performa. Seniman sekaliber Iwan Fals bahkan bersedia jadi duta truk Mitsubishi Fuso. Tak berlebihan bila kita menganggap bahwa sedikitnya ada sejuta aktivitas dunia usaha dengan berseliwerannya sejuta Colt Diesel KTB di negeri ini.

Soal purnajual, kebanyakan pemilik truk tentu sangat mementingkan performa. Bukan saja karena untuk melancarkan aktivitas usahanya, melainkan juga karena soal harga jual kembali yang harus tetap tinggi. Sebab, truk bekas memang cenderung masih sangat diminati. Hal ini pula yang tak luput dari perhatian serius KTB. Layanan purnajual KTB pun bukan hanya sekadar ada. Aspek ini digarap serius dengan berbagai tawaran layanan purnajual KTB di berbagai pelosok. Pemilik truk bahkan boleh santai di tempat karena teknisi KTB siap menghampiri truk yang sedang bermasalah. KTB juga pernah menggelar parade layanan purna jual, seperti mobile workshop service dan parts depo.

“Kunci keberhasilan Colt Diesel terletak pada keunggulan best life cycle value atau kualitas produk, customer’s business consultant atau kualitas layanan), serta zero down time, yakni fasilitas layanan purna jual,” terang Duljatmono.

Not Just Business as Usual
Tidaklah elok memutar roda ekonomi tanpa memikirkan aspek kemanusiaan. Soal lingkungan, salah satunya. Salah satu keluhan pengendara di jalan adalah pekatnya asap knalpot truk. Bukan hanya dianggap terlalu mencemarkan udara, melainkan juga mengganggu pemandangan dengan tampilan fisiknya yang ‘kumuh’.

Di sinilah KTB memberikan responsnya. Adalah tahun 2007 yang menjadi era baru bagi Mitsubishi Colt Diesel dengan tampilan yang berubah total sesuai regulasi Euro 2. Tak hanya tampilan, teknologi yang diusungnya ikut berubah dengan menyematkan Mitsubishi Fuso In Dash Gear Shift. Sebuah inovasi merupakan inovasi pertama kendaran niaga yang merubah posisi tuas transmisi menyatu dengan dashboard. Euro 2 sudah tentu menurunkan kadar emisi untuk menjawab keluhan soal polusi udara.

Soal kekayaan varian, di era 2009 hingga 2016, KTB memiliki lini lengkap dengan menghadirkan FE304, FE334, FE 347, FE349, FE119, FE447, dan FE449. Colt Diesel FE 7 dan FE 8 series total memiliki 13 varian dengan tipe FE71, FE73, FE74, FE83, FE84, FE8HD, dan FE8HDX. Pelaku bisnis pun mungkin kini bisa tersenyum karena jadi punya lebih banyak pilihan. Apalagi, di periode ini, mesin Colt Diesel mulai dilengkapi Turbo Intercooler. Bagaimana pun, kenyamanan tidak boleh dikorbankan.
Juga soal kemanusiaan, sebagai salah satu contoh saja, KTB sudah menyerahkan satu unit Colt Diesel kepada Palang Merah Indonesia. Tak mau nanggung, acara donor darah pun pernah digelar.

KTB juga tak mau berpesta sendiri. Sukses menembus penjualan satu juta unit Colt Diesel, KTB tak henti-hentinya menggelar perayaan.

Jika sebelumnya perayaan dilakukan bersama para pemegang diler, beberapa waktu lalu KTB mengadakan acara bertajuk "Puncak Perayaan Pencapaian 1 Juta Unit Colt Diesel" bersama karyawan PT KTB, masyarakat, konsumen, dan komunitas pecinta Mitsubishi Fuso. Beragam aktivitas digelar seperti bazar, pameran produk kendaraan niaga Mitsubishi Fuso, hiburan musik, dan parade food truck. Bukan hanya untuk menyenangkan masyarakat, melainkan juga untuk menenangkan konsumen dan meyakinkan calon pemilik truk keluaran KTB.

"46 tahun kami hadir di Indonesia. Tak hanya ikut berkontribusi di industri otomotif Indonesia, namun juga sektor lainnya dengan menghadirkan sarana transportasi angkut yang sangat menunjang. Atas pencapaian ini, kami tentunya semakin termotivasi untuk memberikan yang terbaik bagi masyarakat Indonesia," kata Duljatmono.

Jika performa KTB terus seperti ini, bukan tidak mungkin ada daerah lain yang dapat ‘mengalahkan’ prestasi Jawa Timur. Sejauh ini, provinsi ini merupakan area subur bagi pertumbuhan kendaraan niaga dan menjadi salah satu lumbung andalan KTB dalam mencapai penjualan 1 juta unit Mitsubishi Colt Diesel. Jawa Timur memang merupakan pasar penting bagi perkembangan Mitsubishi Fuso di Indonesia. Area ini memberikan kontribusi sebesar 13% dari total penjualan. Populasi di Jatim juga masih mendominasi, dengan perolehan pangsa pasar sebesar 43,6%.

Bicara peluang di wilayah lain Indonesia, tak ada salahnya kita menyebut Papua, yang selama ini dianggap daerah tertinggal. Namun, jika penambahan ruas jalan di timur Indonesia tersebut terus bertambah dan terpelihara, plus penambahan bandara dan pelabuhan, bukan tidak mungkin Papua menjadi ‘Jatim’ berikutnya. Tentu dalam artian positif, berseliwerannya truk-truk penopang roda ekonomi.

Jika Papua sudah dipenuhi truk-truk niaga, tidak ada alasan bagi daerah lain, yang sebelumnya juga dianggap sebagai daerah tertinggal, untuk tidak juga melancarkan laju roda ekonomi mereka dengan truk-truk niaga. Peluang usaha pun semakin bertambah. Nantinya, sejuta lebih truk berarti sejuta lebih peluang.

 (kpl/nzr/fjr)






Daftarkan email Anda untuk berlangganan berita terbaru Kami

APA PENDAPAT ANDA ?

2017-12-14
detail

BERITA POPULER