HOME » BERITA » SEKITAR 27 RIBU MOBIL BMW DAN MINI YANG PAKAI BATERAI SAMSUNG BERISIKO TERBAKAR

Sekitar 27 Ribu Mobil BMW dan MINI yang Pakai Baterai Samsung Berisiko Terbakar

BMW Group mengumumkan penarikan kembali untuk model PHEV dari BMW dan MINI. Penarikan kembali itu lantaran risiko terjadinya kebakaran.

Minggu, 18 Oktober 2020 17:15 Editor : Dini Arining Tyas
Sekitar 27 Ribu Mobil BMW dan MINI yang Pakai Baterai Samsung Berisiko Terbakar
BMW dan MINI PHEV kena recall (BMW)

OTOSIA.COM - Mobil plug-in hybrid BMW dan MINI berpotensi terbakar. Kedua mobil itu disebut menggunakan baterai yang dipasok oleh Samsung.

Dilansir dari Zing, baterai tersebut bisa mengalami panas yang berlebih, sehingga menyebabkan risiko kebakaran. Automotive News melaporkan, BMW Group kini sudah mengumumkan recall atau penarikan kembali untuk 26.900 model kedua mobil itu.

Penarikan ini berlaku di seluruh dunia. Dalam dokumen yang dikeluarkan Departemen Keselamatan Lalu LIntas Jalan (NHTSA) Amerika Serikat, ada 4.509 kendaraan yang masuk kategori recall.

1 dari 2 Halaman

Daftar tersebut ermasuk varian PHEV dari MINI Countryman dan BMW 330e, 530e, X3 xDrive30e, X5 xDrive45e, 745Le xDrive atau i8. Model-model yang ditarik ini adalah model tahun 2020-2021.

NHTSA menyebut, pemilik mobil yang termasuk tidak boleh mengisi baterai sampai pabrikan melakukan tindakan penanganan dan penggantian. BMW mengatakan bahwa belum ada kecelakaa atau korban jiwa terkait masalah ini.

2 dari 2 Halaman

Namun, pabrikan mobil asal Jerman memastikan ada 4 masalah pelanggan yang tidak biasa. Termasuk versi BMW X5 2021 PHEV yang mana baterainya terlalu panas.

"Baterai tegangan tinggi mungkin tidak diproduksi sesuai spesifikasi. Selama pembuatan sel baterai, objek yang tidak normal mungkin telah memasuki satu atau lebih sel baterai, yang dapat menyebabkan korsleting. Dalam kasus tertentu, korsleting bisa terjadi. Menyebabkan fenomena panas yang tidak biasa dan menimbulkan bahwa kebakaran," begitu penjelasan BMW dalam pengumuman penarikan kembali.

BERI KOMENTAR