HOME » BERITA » SEKTOR OTOMOTIF JADI PRIMADONA EKSPOR INDONESIA

Sektor Otomotif Jadi Primadona Ekspor Indonesia

Untuk mendukung ekspor Indonesia, Kemenperin akan mendorong penguatan rantai pasok dan pendalaman struktur manufakturnya

Jum'at, 16 Agustus 2019 20:45 Editor : Ahmad Muzaki
Sektor Otomotif Jadi Primadona Ekspor Indonesia
Ilustrasi geliat otomotif Indonesia (Otosia.com/Nazarudin Ray)

OTOSIA.COM - Indonesia merupakan negara yang subur untuk pasar otomotif global. Sejalan dengan itu, Indonesia juga menjadi salah satu negara basis produksi kendaraan bermotor untuk pasar ekspor. Tidak salah jika pemerintah Indonesia memandang sektor otomotif merupakan industri yang dapat memacu pertumbuhan ekonomi nasional.

Menurut Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Harjanto, industri otomotif merupakan salah satu sektor andalan pertama capaian ekspornya. Sasaran ini berdasarkan pada peta jalan Making Indonesia 4.0, bahwa industri otomotif bagian dari lima sektor manufaktur yang mendapat prioritas pengembangan, agar mampu menghasilkan produk yang berdaya saing global dalam kesiapan memasuki era industri 4.0.

€œKami optimistis, sektor industri otomotif bisa menjadi primadona untuk mendongkrak ekspor nasional. Targetnya pada tahun 2030, industri otomotif di Indonesia ada yang menjadi champion, baik itu untuk produksi kendaraan internal combustion engine (ICE) atau electrified vehicle (EV),€ kata Harjanto di Jakarta, Kamis (15/8).

1 dari 2 Halaman

Kebijakan Pemerintah

Sektor Otomotif Jadi Primadona Ekspor IndonesiaKebijakan Pemerintah

Untuk mendukung ekspor Kemenperin akan mendorong penguatan rantai pasok dan pendalaman struktur manufakturnya. Karena produk industri alat-alat kendaraan bermotor merupakan bagian dari rantai pasok bagi original equipment manufacturer (OEM) maupun layanan purna jual industri kendaraan bermotor, yang memiliki pangsa pasar sangat luas baik domestik maupun ekspor.

??Pengembangan produktivitas dan daya saing industri otomotif perlu sejalan dengan pengembangan industri komponen Kami berusaha untuk terus menumbuhkan ekspornya, sehingga pada tahun 2025, industri otomotif nasional dapat melakukan ekspor kendaraan CBU sebesar 1 juta unit ke lebih dari 80 negara,? tuturnya.

Menurutnya sektor tersebut juga berpeluang untuk terus dikembangkan teknologinya sehingga mampu bersaing di pasar global.

Secara nasional, saat ini terdapat 1.500 perusahaan komponen otomotif di Indonesia yang terbagi dalam Tier 1, Tier 2 dan Tier 3 yang tersebar di seluruh Indonesia terutama di provinsi DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Pencapaian ekspor produk otomotif dan komponennya terus memperlihatkan pertumbuhan. Pada tahun 2018, ekspor CBU sebanyak 265 ribu unit, kemudian CKD sekitar 82 ribu set, serta komponen lebih dari 86,6 juta juta.

??Hingga Juli 2019, nilai ekspor produk tersebut telah melampaui 50% dari pencapaian ekspor tahun 2018,? ungkapnya.

2 dari 2 Halaman

Pencapaian Tahun 2019

Sektor Otomotif Jadi Primadona Ekspor IndonesiaPencapaian Tahun 2019

Tahun 2019, ekspor mobil produksi Indonesia ditargetkan menembus di angka 400 ribu unit. ??Kita sudah ekspor ke lebih dari 80 negara, dengan lima negara tujuan utamanya, antara lain Filipina, Saudi Arabia, Jepang, Meksiko, dan Vietnam,? paparnya.

Kekuatan industri otomotif di Indonesia, juga akan dipacu melalui peningkatan kapasitas seiring dengan masuknya sejumlah investasi. Pada periode Januari hingga Juni 2019, produksi mobil sudah mencapai 600 ribu unit. Adapun penjualan domestik sebesar 500 ribu unit.

Sementara itu, Indonesia membidik produksi mobil bertenaga listrik bakal menyentuh 20 persen dari total produksi pada tahun 2025.

??Kalau kita bicara kendaraan EV, ada mulai dari hybrid, PHEV, termasuk juga fuel cell,? sebutnya. Dalam hal ini, pemerintah telah berkomitmen untuk mempercepat pengembangan produksi mobil listrik di dalam negeri,? tutupnya.

BERI KOMENTAR