HOME » BERITA » SELAIN OPERASIONAL DEALER DIKURANGI, SUZUKI TURUNKAN KAPASITAS PRODUKSI 50 PERSEN

Selain Operasional Dealer Dikurangi, Suzuki Turunkan Kapasitas Produksi 50 Persen

Buntuk dari PSBB, Suzuki menurunkan kapasitas 3 pabriknya di Indonesia hingga 50 persen. Selain pabrik, Suzuki juga mengurangi 25 persen aktivitas dealer Jabodetabek

Minggu, 04 Oktober 2020 08:15 Editor : Nazarudin Ray
Selain Operasional Dealer Dikurangi, Suzuki Turunkan Kapasitas Produksi 50 Persen
Pabrik mobil Suzuki (SIS)

OTOSIA.COM - PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) mengurangi kapasitas produksi tiga pabriknya hingga 50 persen menyusul diberlakukannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Ketiga pabrik Suzuki tersebut berada di Cakung, Bekasi dan Cikarang.

Selain memangkas kapasitas produksi, Suzuki juga mengurangi aktivitas di perkantoran. "Kegiatan perkantoran sesuai Pergub juga kami kurangi hingga 25 persen, selebihnya WFH (work from home)," Donny Saputra, Marketing Director SIS.

Begitu juga dealer resmi mereka. Operasional dealer Suzuki di Jabodetabek dikurangi hingga 25 persen, sehingga sedikit banyak memberikan pengaruh bagi penjualan.

1 dari 2 Halaman

"Aktivitas kita kurangi 25 persen. Sebagai gambaran, di Jakarta jumlah showroom sebanyak 7 persen dari total showroom di seluruh Indonesia. Begitupula produk Suzuki yang dikirim sudah dibersihkan dan disinfektan," tukasnya.

Sama seperti merek lain, penjualan Suzuki selama pandemi ikut terpukul. Penjualan Suzuki hingga ahir tahun ini diperkirakan turun 50 persen.

"Pada periode adaptasi terjadi kondisi penurunan, kondisi negatif. Lalu periode kedua mulai membaik, semoga periode ketiga semakin membaik lagi," kata Donny.

 

2 dari 2 Halaman

Menurut Donny faktor terbesar yang dapat mendongkrak pasar mobil nasional adalah kondisi ekonomi. Namun saat ini cenderung negatif. Kedua adalah stimulus produk berupa kehadiran model-model baru. Ini merupakan kewajiban dari produsen mobil untuk melakukannya. Terakhir adalah adanya stimulus dari pemerintah.

"Jadi apabila bulan September - Desember ini terdapat stimulus, maka akan mendorong tren positif. Terkait resesi, pastilah ada dampaknya, tetapi tinggal bagaimana kita meminimalisirnya saja," ujarnya.

BERI KOMENTAR